Satpol PP Nunukan Cabut Reklame Tak Berizin

Petugas Satpol PP Nunukan cabut reklame terpasang di pohon-pohon (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan tertibkan reklame atau iklan komersial perusahaan Maxim yang beregrak diusaha angkutan berbasis aplikasi yang tidak memiliki izin dari Bupati Nunukan.

“Pemasangan reklame komersial tidak memiliki izin dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2008 tentang Reklame,” kata Edy, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Nunukan pada Niaga.Asia, Kamis (23/06/2022).

Pemasangan reklame untuk tujuan komersial di suatu tempat yang dapat dibaca, dilihat ataupun didengar oleh umum hanya diperuntukan bagi pemerintah. Sedangkan masyarakat dan badan hukum dapat memasang reklame setelah mendapat izin bupati.

Penyelenggara reklame yang tidak memiliki izin dalam waktu 3 x 24 sebagaimana dimaksud Pasal 15 ayat 1 Perda 13 tahun 2008 dapat mengambil hasil bongkaran reklame dan mengganti biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk mencabut, menurunkan reklame.

“Satpol PP boleh meminta ganti rugi biaya operasional tindakan kesalahan yang dilakukan pemilik reklame, tapi kita tidak melakukan itu,” jelasnya.

Saat penertiban reklame, Satpol PP Nunukan mendapati 19 unit reklame perusahaan jasa Maxim yang terpasang di sepanjang jalan Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan masing-masing,  5 buah terpasang di sekitar cafe 93, 4 buah di jalan Lapter, 2 buah di jalan Pembangunan.

Kemudian, ditemukan pula 2 buah reklame yang sama di samping kantor PLN Nunukan, 3 buah di depan jalan Disdukcapil 1 buah di jalan Pesantren dan 2 buah di depan kantor Dinas Perhubungan Nunukan.

“Penertiban ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan perusahaan berbadan hukum harus memenuhi aturan-aturan,” ucap Edy.

Maxim adalah jasa transportasi ojek online (ojol) sudah berdiri sejak 2003. Perusahaan asal Rusia yang berbasis aplikasi aplikasi ini mulai membuka cabang di Indonesia sejak tahun 2018.

Awalnya Maxim fokus memberikan pelayaran taksi online, seiring berkembang waktu pelayanan perusahaan masuk ke angkutan lain seperti ijek atau mobil layaknya perusahaan grab dan ojol di Indonesia.

Penulis : Budi Anshori | Editor | Rachmat Rolau

Tag: