Satu Anak di PPU Dilaporkan Meninggal dengan Indikasi Gagal Ginjal Akut

Gubernur Kaltim, H Isran Noor. (Foto Heri/Niaga.Asia)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Satu anak di Kalimantan Timur, tepatnya Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan meninggal dengan indikasi gagal ginjal akut progresif atipikal.

Gubernur Kalimantan Timur, H  Isran Noor mengungkap hal itu di Hotel Novotel Balikpapan, disela-sela acara APPSI, Rabu malam (26/10).

Dikatakan, temuan di PPU itu sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Ada indikasi satu di PPU. Anak perempuan umur delapan tahun meninggal. Laporan sementara sudah ke Kemenkes,” kata Isran.

Temuan tersebut, lanjut Isran, saat ini tengah didalami. Termasuk menelusuri obat yang dikonsumi sang anak dalam beberapa waktu terakhir.

“Lagi diperdalam, di-tracking mundur untuk mengetahui apakah karena pengaruh konsumsi obat-obatan yang dilarang, seperti yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Isran juga memastikan jika rumah sakit di Kaltim sudah siap untuk menangani kasus yang belum diketahui pasti penyebabnya itu. “Udah siap kita (penanganan kasusnya),” ucap Isran.

Soal ketersedian obat untuk pasien gangguan ginjal akut misterius tersebut, Isran menyebut jika Kaltim pasti akan mendapat bagian dari pusat. Karena sudah ada indikasi kasus.

“Pasti dapat bagian (obat). Karena sudah ada indikasi. Jadi tidak bisa nunggu ada kasus dulu baru dibagikan. Harus ada antisipasi,” pungkasnya.

[Kontributor: Heri | Editor: Intoniswan | ADV Diskominfo Kaltim]

Tag: