Satu Kilo Sabu dari Tarakan Nyaris Beredar di Samarinda

Pemusnahan barang bukti hampir 1 kg sabu dari dua pengungkapan kasus narkotika, Selasa 22 Maret 2022 (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – BNN Provinsi Kalimantan Timur mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika bulan Maret ini. Di antaranya jaringan pengedar sabu Kaltim-Kaltara. Hampir 1 kg sabu gagal beredar di Samarinda.

Awal Maret, tim BNNP Kaltim mengendus informasi pengiriman sabu dari Tarakan di Kaltara menuju Samarinda di Kaltim. Bersama BNN Kota Bontang, tim lantas menyelidiki kurir sabu yang dikabarkan menggunakan mobil dari arah Tanjung Selor menuju Samarinda.

“Jadi pada hari Jumat (11/3) sekitar jam 11.15, diperoleh ciri (kurir) kendaraan yang digunakan melintas di jalan poros Samarinda menuju Bontang di kawasan Desa Tanah Datar di Muara Badak,” kata Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana dikutip niaga.asia dari penjelasan di kantornya Jalan Rapak Indah, Samarinda, Selasa.

Wisnu menerangkan, di mobil itu tim mengamankan seorang pria beransel, DF. Setelah isi tas digeledah, ditemukan paketan barang diduga sabu.

“Dia (DF) mengakui isi paket itu adalah sabu,” ujar Wisnu.

Dari interogasi, lanjut Wisnu, DF mengaku sabu itu diserahkan dan dia terima dari pria lainnya, LM, di Bandara Juwata Tarakan, untuk dibawa ke Samarinda. Belakangan diketahui LM kembali terbang ke Balikpapan.

“Jadi tim lain dari BNNP Kaltim dan BNNK Balikpapan pada hari yang sama Jumat 11 Maret sekitar jam 5.30 sore, mengamankan LM di parkiran salah satu hotel di Balikpapan,” terang Wisnu.

“Dari keterangan LM ini, juga mendapatkan sabu itu dari orang lain, inisial BOS, di Tarakan,” tambah Wisnu.

Uang tunai ratusan juta rupiah diduga hasil penjualan sabu diperlihatkan, Selasa 22 Maret 2022 (Foto : istimewa)

Tim BNNP Kaltim terus bergerak cepat dan berangkat ke Tarakan.

“Di Tarakan dilakukan penggerebekan di rumah yang menjadi target operasi, yakni rumah BOS. Dia (BOS) berhasil kabur lewat pintu keluar di lantai atas rumahnya menuju atap rumah tetangga,” jelas Wisnu.

Dari kasus jaringan Kaltim-Kaltara ini, selain 20 paket sabu berisi 982,63 gram sabu, petugas mengamankan sederetan barang bukti antara lain seperti tiga unit HP, buku tabungan, 4 kartu ATM dan 1 unit mobil.

“Kita juga amankan uang tunai Rp 296,3 juta yang kita sita melalui tabungan dan kartu ATM melalui istrinya (BOS),” tegas Wisnu.

Sebelumnya pada 3 Maret 2022, tim BNNP Kaltim juga menangkap dua terduga pengedar sabu, RD dan RS, di kawasan Balikpapan Barat. Dalam pengembangan, tim BNNP menangkap seorang wanita, SS, yang ditugaskan pria terduga bandar, BOS, yang kini masuk daftar buron BNNP.

“Dalam kasus di Balikpapan ini, tim mengamankan 3 HP, motor, handy talkie dan sabu seberat 9,10 gram,” demikian Wisnu.

Bertepatan HUT ke-20 BNN RI, BNNP Kaltim memusnahkan semua barang bukti sabu itu. Dipastikan pengembangan kasus terus berjalan untuk mengungkap jaringan pengedar lainnya.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: