Personil Satreskoba Polres Nunukan meneliti hasil Urine Pekerja PT NJL (foto Budianshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Polres Nunukan menggelar penyuluhan dan sosialisasi pencegahan peredaran dan bahaya narkoba di kalangan pekerja kebun dan menejemen perusahaan Sawit PT. NJL (Nunukan Jaya Lestari) Jum’at (14/2/2020).

Kasat Reskoba Polres Nunukan, AKP I. Eka Berlin mengatakan, kegiatan penyuluhan narkoba dilingkungan perusahaan PT NJL sebagai bentuk kepedulian kepolisian pada masyarakat dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan narkoba bisa dimulai dari keluarga sendiri, jaga anggota keluarga dengan terus melakukan pengawaan dan pemantauan anak-anak kita,” ucapnya.

Narkoba lanjut Berlin dibagi dalam tiga golongan yaitu, golongan pertama bisanya digunakan untuk penelitian ilmu pengetahuan, begitu pula golongan dua, sedangkan  golongan tiga digunakan untuk kesehatan, namun penggunaannya sudah melalui penelitian dan tidak bisa dikonsumsi secara bebas.

Dalam praktek kehidupan sehari-hari, banyak pemahaman  yang salah tentang narkoba, khususnya sabu-sabu. Banyak orang beranggapan sabu bisa membuat kita kurus dan bisa tambah semangat atau pula menambah stamina agar tetap bugar.

“Tidak pakai narkoba tidak mengikuti perkembangan zaman, pakai narkoba akan kuat dan sehat, penilaiai dan pemikiran begitu salah semua,” sebut Kasat Reskoba.

Pengguna atau pencandu narkoba bisa mengubah hidupnya, terkadang dia menggerakkan anggota badannya tanda sadar, apabila di tanya tidak bisa menjawab sesuai pertanyaan dan terpenting lagi, ketergantungan narkoba adalah awal dari segala kejahatan.

Kasat Reskoba Polres Nunukan, AKP I. Eka Berlin: “Pengguna narkoba silakan lapor ke Polisi atau BNN, akan kita Rehab”. (Foto Budianshori/Niaga.Asia)

Menurut Kasat Reskoba, pecandu narkoba bisanya rela menghabiskan uangnya membeli sabu, apabila uang telah habis, mereka menjual barang-barang pribadinya, setelah barang pribadi habis, barang orang lainnya dijual yang akhirnya jadilah sebagai pencuri.

“Narkoba sangat membahayakan kesehatan dan jiwa manusia, mengkonsumsi narkoba juga awal dari kejahatan yang akan berkembang hingga ke prilaku kehatan lainnya,” tuturnya.

AKP Berlin menyebutkan, sebagai pekerja kebun sawit, gaji akan lebih baik digunakan untuk keluarga di rumah, jangan pernah berpikir menggunakan sebagian atau sedikitpun uang gaji untuk membeli sabu.

Keluarga di rumah pasti membutuhkan biaya hidup, berikan mereka kebahagian hidup dan jaga mereka dari peredaran narkoba sejak dini. Terpenting lagi, kenalilh ciri-ciri pecandu narkoba, apabila ada keluarga terindikasi narkoba, laporkan ke polisi atau BNNK.

“Kalau ada keluarga pecandu narkoba silahkan bawa ke polisi atau BNNK, kita lakukan asesmen dan rehabilitasi,” katanya.

Usai menggelar penyuluhan dan sosialisasi pencegahan peredaran narkoba dihadapan  ratusan pekerja sawit, Satreskoba Polres Nunukan melakukan urine tes yang diikuti oleh staf manajemen, supir dan security perusahaan PT NJL. Tes urine ini dilaksanakan atas permintaan perusahaan dalam rangka peringatan hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan NJL. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *