Satupena Kaltim Dorong Sastra dan Budaya Daerah Tampak di Ruang Publik

Ketua dan Pengurus Organisasi Satupena Kaltim, Sunarto Satrowardojo (duduk di lantai) bersama Pengurus Pusat Satupena, Swary Utami Dewi (kedua dari kanan) usai membahas program kerja Satupena Kaltim. (Foto Satupena Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA– Organisasi Satupena Provinsi Kalimantan Timur akan mendorong pemerintah daerah, utamanya Sastra dan Budaya Daerah Kaltim tampak di ruang-ruang publik,  agar kehalusan budi dan kelembutan hati masyarakat terlihat dalam semua aktivitasnya.

Demikian disampaikan Ketua Organisasi Satupena Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto Sastrowardojo yang terpilih untuk pertama kali di Kaltim, pada Niaga.Asia, Sabtu (2/4/2022).

Organisasi Satupena adalah wadahnya  para penulis  di bidang apa saja, dari penulis artikel lepas sampai penulis buku ilmiah. Satupena organisasi terbuka untuk semua penulis.

“ Organisasi yang digagas sejumlah penulis di Jakarta di awal reformasi, sempat vakum, karena terjadi dualisme di dalam kepengurusan di pusat, tapi pada Agustus 2021 lalu, masalah dualisme sudah bisa diselesaikan, dan Kemenkumham sudah mengesahkan, Denny JA, satu-satunya ketua Organisasi Satupena,” kata Sunarto yang juga pernah aktif sebagai wartawan di sejumlah media hingga tahun 2005.

Di Kalimantan Timur sendiri Satupena sudah memiliki kepengurusan di 6 kabupaten/kota,  yakni di Balikpapan, Bontang, PPU, Paser, Berau dan Samarinda, sehingga program yang harus diselesaikan dalam waktu dekat adalah membentuk Organisasi Satupena di 4 kabupaten lainnya.

“Insha Allah kami akan road show ke Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kutai Barat, sekaligus meneyusun kepengurusan di daerah tersebut,” paparnya.

“Selain itu, Satupena juga program penguatan penerbitan buku-buku mengenai Kaltim dan konsolidasi  pengurus melalui rapat-rapat rutin, termasuk mengundang anggota,” tambahnya.

Menurut Sunarto,  Organisasi Satupena sudah  terbentuk dan sudah lengkap pengurus di 34 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Saat ini sudah tiga belas provinsi yang aktif menjalankan program kerja, yakni Aceh, Sumbar, Sumsel, Jogya, Jateng, Kaltim, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,” katanya.

Menurut Sunarto, Satupena memiliki visi yang jelas, leadership yang konsisten berintegritas juga memiliki sumber pendanaan yang cukup. ”Sampai saat ini Ketua Umum sudah mengalokasikan anggaran satu miliar rupiah lebihuntuk memacu etos kerja anggotanya di seluruh Indonesia,” ujar penulis buku Antologi Kota Indonesia ini.

Usia organisasi penulis Indonesia, masih sangat muda dibandingkan di India. India sudah mempunyai organisasi  penulis  sejak tahun 1935 dan hingga sekarag masih eksis, serta berperan serta melahirkan pemimpin pemimpin yang berkualitas.

“Dalam waktu dekat kami akan berusaha memecahkan rekor Muri dengan mengelar Tarian Tradisional Ronggeng Pesisir Terpanjang di Indonesia,” ungkap Sunarto, penyusun dan sekaligus penulis  buku antologi cerita tradisional dan buku seri Arsitektur Nusantara.#

Tag: