jaksa
Nasir Ali (kiri) diberi kesempatan Kasie Pidsus Kejari Nunukan, Rusli Usman dan  penyidik mengabarkan penahanan dirinya kepada keluarganya. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tersangka  korupsi  perbaikan kapal patroli KNP 360  milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan  dan sekaligus Kepala KSOP Nunukan tahun 2013, Nasir Ali sempat mengajukan protes sebelum ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Senin (7/5/2018).

Nasir yang datang mengenakan baju lengan panjang dan celana levi’s biru  juga berbicara keras sambil menunjuk kearah wartawan yang menunggunya di pintu keluar rungan usai menjalani pemeriksaan di ruang kerja Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan, Rusli Usman.

Tersangka diduga terlibat korupsi rehabilitasi kapal patroli senilai Rp520 dari total anggaran yang dialokasikan Direktorat Kementerian Perhubungan Laut tahun 2013 untuk perbaikan kapal sebesar Rp 620 juta seperti diuraikan dalam hasil audit BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan)  Perwakilan Kaltara.

Nasir Ali disangka penyidik telah melanggar Pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 Undang- Undang No 31 tahun 1999 tentang Tipikor junto pasal 55 KUHP atau pasal 3 junto Pasal 18 UU Tipior junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Nasir protes dan marah karena merasa  telah “dianiaya”,  belum tentu bersalah, tetapi jaksa telah membiarkan banyak wartawan menunggu dan seolah sengaja menunggu proses pemeriksaan dan penahanan atas dirinya dilaksanakan. “Kenapa banyak wartawan, saya ini belum tentu bersalah, ini seolah-olah jaksa sengaja memanggil wartawan datang kesini,” ujar Nasir.

Dikawal dua jaksa penyidik,  Ali Musfota dan Alfian, Kasi Pidsus Kejari Nunukan, Rusli Usman tetap meminta Nasir Ali menjalani penahanan  di  Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Sei Jepun, Kabupaten Nunukan.

Sebelum menaiki kendaraan  tanahan  Kejaksaan, Nasir Ali sempat terdengar menghubungi seseorang yang dipanggilnya komandan. Mantan kepala KSOP Nunukan ini meminta orang tersebut mengurus permintaan penangguhan penahanan. Nasir juga meminta mengabarkan kepada istrinya bahwa dia  tidak pulang karena langsung ditahan jaksa.

Sambil mengulang kalimatnya, Nasir kembali mengingatkan segera mengurus surat penangguhan penahanan. “Tolong komandan surat penangguhan penahanan. Sampaikan juga ke istri saya dirumah biar dia tidak bertanya-tanya menunggu ya,” sebut Nasir sambil menuruni anak tangga lantai II kantor Kejari Nunukan.

Secara terpisah,  Rusli Usman menuturkan, silahkan tersangka mengajukan surat penangguhan penahanan, itu hak tersangka dalam mencari keadilan, namun keputusan tetap ditangan penyidik. “Silahkan berusaha meminta itu, kita tidak membatasi hal seseorang mencari perlindungan atau bantuan hukum,” sebutnya.Sejak pertama menjalani pemeriksaan, Nasir datang tanpa didampingi kuasa hukum dan sampai pemeriksaan ketiga hari ini dan penahanan  belum memberikan kepastian siapa mendampingi  di persidangan nanti. (002)

 

Berita Terkait