Siswi di Kutai Timur Digauli Bapaknya

Ilustrasi. (foto : istimewa/net)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – KL (33) warga Kutai Timur, dibekuk polisi Selasa (28/7), usai kabur di hutan 4 hari. Dia diduga berbuat asusila terhadap anak tirinya, M (17), yang berstatus siswi SMA. Tragisnya, perbuatan itu dilakukan KL, saat putrinya belajar di rumah, di masa pandemi Covid-19 ini.

KL kabur dari rumah usai memperdaya putrinya, Jumat (24/7) siang lalu. Sebelumnya, korban M sedang belajar di ruang tamu. KL yang baru saja pulang kerja, langsung mandi, dan kemudian ngobrol dengan korban M.

Niatan KL bukan sekadar ngobrol. Tangannya mulai berbuat tidak senonoh terhadap korban. Bahkan, meski korban berusaha lari, pelaku KL malah semakin beringas.

“Pekaku menarik tangan korban, dan mencekik korban,” kata Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Abdul Rauf, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Korban berusaha terus berontak, dan berteriak. Tapi usahanya sia-sia. Korban pun dibawa ke dalam kamar tidur. “Di kamar itulah pelaku melakukan perbuatanya, dan mengancam akan merobek perut korban kalau mengadu ke ibunya,” ujar Rauf.

Tanpa disangka, ibu korban datang ke kamar tidur, dan berteriak histeris setelah melihat anak kandungnya, dan suaminya, sedang tidak berpakaian. Sang ibu pun langsung membawa putrinya ke Ketua RT.

“Korban kabur ke hutan. Tim Polsek Muara Wahau, mengejar pelaku. Empat hari dicari, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya,” ungkap Rauf.

Peristiwa memilukan bagi korban M itu, belakangan terjadi sebelumnya di bulan Maret 2017 lalu, saat ibu kandungnya bekerja.

KL ditetapkan tersangka, dan kini dijebloskan ke penjara. Dia dijerat pasal 81 junto pasal 76D UURI No 17/2016 tentang penetapan PP pengganti UU No 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. (006)

Tag: