Seharusnya Jalan Rusak Dibiarkan Saja Saat Jokowi Datang

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Shamri Saputra. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Shamri Saputra, mengatakan, seharusnya jalan yang rusak dibiarkan saja apa adanya saat Presiden Joko Widodo datang ke Samarinda.

“Ini yenga terjadi sebaliknya, ketika Presiden kunker ke Samarinda, seketika jalan yang tadinya berlubang menjadi mulus dalam hitungan hari,” ungkapnya dihadapan awak media, Senin (27/6/2022).

Menurut Shamri, seharusnya Pemerintah menampilkan apa adanya keadaan pembangunan, jangan karena ada kunker Presiden arah pembangunan seolah-olah berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Ya mestinya perbaikan jalan itu memang sesuai dengan kebutuhan masyarkat tapi memang kebiasaan kita ini ketika ada pejabat negara yang mengunjungi kita baru pada kalang kabut,” ungkapnya.

“Kita sih berharap daerah kita ini tidak selalu menunjukkan kalo bekerja itu hanya mencari pujian. Ya contoh ketika ada pejabat semua jalan-jalan diperbaiki demi kelancaran pejabat negara,” tambahnya.

Jalan PM Noor mengarah ke simpang empat Jalan KH Wahid Hasyim I. Gambar diambil Rabu 22 Juni 2022. Sebelumnya jalan ini rusak dan hanya ditambal dengan cor semen, mendadak diperbaiki sehubungan dengan kunker Presiden Jokowi ke Samarinda (Foto : Niaga.Asia)

Ia pun menyayangkan dengan adanya pekerjaan yang bersifat insidental seperti itu, bahkan menurutnya Pemerintah harusnya menampilkan wujud pembangunan daerah apa adanya, sehingga dapat menjadi perhatian Pusat untuk mendapatkan alokasi anggaran.

“Mestinya kalo memang kemampuan keuangan daerah kita itu mampunya hanya melakukan perbaikan apa adanya gak papa kita justru memperlihatkan jalan-jalan berlubang itu, supaya pusat itu kemudian terbuka matanya untuk bisa memberikan bantuan ke daerah,” paparnya.

Bahkan Shamri pun mensinyalir, dengan adanya pembangunan insidental tersebut, akhirnya menggeser prioritas pembangunan yang lebih urgen dilakukan. Hal demikian jelas dapat merugikan masyarakat.

“Kalau perbaikan jalan sifatnya insidental,  saya yakin ada pembangunan lain yang dikorbankan ya. Misalnya anggaran untuk jalan yang rusak parah dan lebih urgen, ditunda perbaikannya karena harus mendahulukan perbaikan jalan  yang akan dilewati pejabat,” ujar Shamri.

Ia pun berharap, ke depan Pemerintah Daerah khususnya Pemkot Samarinda dapat lebih menjalin koordinasi dan komunikasi kepada pemerintah pusat, agar mendapat perhatian khusus sebagai penyanggah IKN.

“Apalagi Samarinda inikan jadi salah satu penyangga IKN jadi harus gerak dari sekarang  untuk mempersiapkan pembangunan penunjang IKN,” pungkasnya. (ADV)

Tag: