Sekitar 13.885 WNI Tinggal di San Francisco

Moorissa Tjokro, seorang ahli pengembang software mobil tanpa awak pada  Webinar bertajuk “Perempuan Hebat, Indonesia Semakin Bermartabat”. (Foto KJRI San Francisco)

SAN FRANCISCO.NIAGA.ASIA – Webinar bertajuk “Perempuan Hebat, Indonesia Semakin Bermartabat”  diharapkan dapat menginspirasi kaum perempuan Indonesia lainnya, baik di tanah air maupun Amerika Serikat seperti halnya dedikasi Kartini dan banyak pahlawan perempuan Indonesia lainnya yang menggerakkan emansipasi perempuan Indonesia di masa kolonial dulu.

Konjen RI San Francisco, Prasetyo Hadi, mangatakan hal itu saat membuka Webinar yang digelar KJRI San Francisco secara daring dan dihadiri hampir dua ratus peserta pada Senin (18/4/2022).

Webinar tersebut menghadirkan 3 narasumber sosok perempuan hebat, para pemimpin perempuan Indonesia di Amerika Serikat yang telah berkarya dan mendedikasikan dirinya dalam profesi yang dimilikinya dengan cemerlang di bidang masing-masing.

Ketiga narasumber tersebut yakni Moorissa Tjokro, seorang ahli pengembang software mobil tanpa awak, Veronika Andrews, seorang Manajer Senior pada perusahaan aviasi ternama dunia, 777X Avionics Common Core System (CCS) Boeing, dan Ake Pangestuti, Ketua ALZI San Francisco yang aktif dalam mengadvokasi dan memberikan bantuan terhadap permasalahan dimensia.

Jalannya Webinar juga dipimpin oleh Michelle Koesmono, seorang mahasiswa Indonesia di Universitas California (UC) Berkeley yang juga merupakan Presiden Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (PERMIAS) seluruh kampus di San Francisco Bay Area (SFBA).

Baik Moorissa, Veronika maupun Ake, merupakan “Kartini baru” yang telah menetap lama di Amerika Serikat dan berbagi perannya masing-masing dalam membawa nama baik perempuan Indonesia. Semangat Kartini tidak hanya digandrungi oleh kaum perempuan dalam negeri, tapi juga oleh banyak perempuan Indonesia di luar negeri, tidak terkecuali mereka bertiga ini yang terus membawa semangat baru Kartini.

Ketiganya berbeda dalam hal etnis dan latar belakang, namun sama dalam beberapa hal fundamental dengan Kartini, yakni kepedulian pada pendidikan, kesetaraan, perjuangan, pengabdian dan kemajuan. Melalui bidang karya masing-masing, mereka tidak kenal lelah untuk menunjukan contoh “Kartini masa kini” sukses, hebat di Amerika Serikat bahkan dunia internasional.

Ketiganya adalah bagian dari sekitar 13.885 warga Indonesia di wilayah kerja KJRI San Francisco yang terdiri dari berbagai pekerja profesional sektor IT, bisnis, akademisi, tenaga medis, hingga pelaku seni. Semuanya merupakan “duta Indonesia” yang memainkan perannya masing-masing dalam membangun kemajuan untuk Indonesia tercinta.

Kecerdasan, peningkatan emansipasi, kesetaraan dan kemajuan menjadi tema sentral bagi peringatan Hari Kartini di era modern saat ini.

“Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat yang menyampaikan aspirasi persamaan hak dalam pendidikan, maka kini perempuan bahkan seluruh elemen masyarakat perlu terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan dan kemajuan untuk memberikan sumbangsih positifnya bagi bangsa dan negara,” Prasetyo Hadi.

Sumber : KJRI San Francisco | Editor : Intoniswan

Tag: