Selain Nakes, 3.216 Masyarakat Umum di Nunukan Gunakan Vaksin Moderna

Vaksinasi Moderna di Nunukan. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Capaian vaksinasi dosis pertama untuk semua kategori usia di Kabupaten Nunukan, per tanggal 15 September 2021 mencapai 25,85 persen, 5,036 dosis diantara menggunakan vaksin jenis Moderna.

“Diluar tenaga kesehatan (Nakes) ada banyak masyarakat umum termasuk lansia menggunakan vaksin Moderna,” kata Surveilan dan Imunisasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Nurmia kepada Niaga.Asia, Rabu (15/09).

Penggunaan vaksin moderna pada masyarakat umum dimulai sejak Agustus bersamaan vaksin dosis ketiga Nakes. Kemudian, Dinkes Nunukan kembali vaksin moderna per tanggal 1 September sebanyak 117 vial atau 1.638 dosis.

Dari 5.036 suntikan vaksin Moderna yang digunakan, 1.820 dosis untuk para Nakes Puskesmas dan RSUD Nunukan. Sisanya 3.216 dosis diberikan kepada masyarakat umum yang dengan keinginan sendiri meminta jenis vaksin ini.

“Ada masyarakat datang minta vaksin Moderna, ada juga takut menggunakan vaksin jenis karena efeknya lebih terasa dari Sinovac ataupun Astrazeneca,” sebutnya.

Dijelaskan Nurmia, masing-masing vaksin memiliki kelebihan berbeda dengan tingkat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)  berbeda pula. Vaksin Moderna sendiri memiliki efek KIPI lebih tinggi dibandingkan vaksin lainnya.

Pengguna vaksin Moderna biasanya merasa pusing dan ngilu pada sendi, namun semua efek ini tergantung dari ketahanan tubuh, ada berapa banyak masyarakat tidak merasakan keluhan pasca menerima vaksin.

“Efek moderna lebih tinggi, tapi tidaklah sampai membuat pengguna merasakan sakit berhari-hari, paling lama 1 atau 2 hari,” ujarnya.

Sebagian pengguna vaksin di Nunukan, sengaja memilih jenis moderna untuk persiapan perjalanan haji atau umroh yang mensyaratkan sertifikat vaksin tertentu salah satunya jenis moderna.

Alasan-alasan lainnya disebabkan informasi dari para ahli-ahli kesehatan yang menyatakan, bahwa vaksin moderna memiliki tingkat akurasi dan efektifitas 90 persen lebih bagus dibandingkan jenis Sinovac ataupun Astrazeneca.

“Masing-masing negara pencipta vaksin masih menguji dan meneliti produknya, cuma kebetulan Arab Saudi mengakui Moderna untuk syarat sertifikat vaksin,” terang dia.

Penggunaan vaksin moderna tidak berbeda dengan vaksin lainnya, tiap masyarakat tetap mendapatkan 2 dosis vaksin, terkecuali nakes mendapat 3 kali suntikan vaksin atau suntikan booster.

Hingga saat ini, Dinkes Nunukan belum pernah menerima laporan keluhan KIPI dari pengguna vaksin. Masyarakat yang merasakan KIPI lebih suka bercerita kepada tetangga atau ke sesama penerima vaksin.

Padahal, lanjut Nurmia, para Nakes telah menyampaikan penerima vaksin yang merasakan KIPI bisa melaporkan keluhannya 2 x 24 kepada Dinkes ataupun nomor telepon yang tertera dalam surat vaksin.

“Masyarakat lebih suka cerita keluhan pasca vaksin ke tetangga, kemudian cerita menyebar membentuk informasi hoax yang pada akhirnya menimbulkan ketakutan,” ucapnya.

Efek berlebihan yang dirasakan pasca vaksin biasanya disebabkan riwayat penyakit yang terdapat dalam tubuh manusia. Karena itu, jujurlah dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan kesehatan sebelum vaksin

Hal ini berlalu pula terhadap masyarakat yang pernah terpapar Covid-19, pemberian vaksin untuk golongan penyintas diatur minimal 3 bulan telah sembuh dari Corona dan tidak sedang dalam keadaan sakit.

“Efek vaksin akan terasa lebih berat jika penerimanya memiliki penyakit berbahaya atau penyintas yang benar-benar belum sembuh,” tutupnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: