aa
Pj Sekda Kaltim, Dr. Hj Meiliana. (Foto Intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan tes urin menyeluruh terhadap PNS di lingkunngan Pemprov Kaltim pada tahun 2019. Pembiayaan untuk tes urin tersebut sudah dimasukkan dalam APBD Kaltim Tahun Anggaran 2019.

“Pelaksanaan tes urin menyeluruh tersebut instruksi langsung Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Pemprov akan bekerjasama dengan BNN Provinsi Kaltim. PNS wajib bersih dari narkoba,” kata Pj Sekda Provinsi Kaltim, Hj Meiliana dalam jumpa pers, Rabu (5/12).

Menurut Mei, alokasi anggaran untuk tes urin di APBD KALtim Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp500 juta. Jumlah tersebut hingga Pak Gubernur Kaltim, H Isran Noor dengan DPRD Kaltim menyetujui APBD Kaltim 2019 tidak berubah. “Untuk pembiayaan tes urin Rp500 juta, akan dipakai semuanya, kalau masih ada yang tersisa PNS yang belum tes urin, akan disedikan lagi tambahan dananya,” kata Pj Sekda.

Sangat mencemaskan

Niat membersihkan PNS di lingkungan Pemprov Kaltim dari pengaruh narkoba juga diungkap Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi dalam pertemuan dengan sejumlah pengelola media online, Selasa (4/11) mengungkapkan bahwa sudah sangat mencemaskan dan merusak, masuk ke semua lapisan masyarakat. “kita berada diranking 3 nasional, suatu ranking yang ytak membanggakan sama sekali,” ucapnya.

Korban dari peredaran narkoba, rumah tangganya rusak, menjadi miskin, hingga akhirnya jatuh ke perbuatan kriminal, misalnya mencuri dan membegal. “Masalah peredaran narkoba ini sangat memerlukan penanganganan segera, kami di Pemprov akan membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Polisi,” ujar Hadi.

Wagub juga mengingatkan para oknum PNS yang terpapar narkoba untuk mulai membersihkan diri dari narkoba sebelum pelaksaan tes urin dilakukan tahun 2019. “Bantu diri sendiri dulu agar bersih dari narkoba,” tegasnya.

Hadi juga mengapresiasi hasil kerja Polisi yang tanpa kenal lelah terus berusaha menghentikan peredaran narkoba di Kaltim, dan tentu saja apa yang dikerjakan Polisi akan lebih terbantu kalau masyarakat ikut berpertisipasi mencegah peredaran narkoba. “Saya juga mengajak media untuk terus memberitakan bahaya narkoba agar masyarakat lebih sadar bahaya narkoba,” kata Wagub. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *