Semarak Piala Dunia 2026, Seno Minta Pemda Fasilitasi Nobar di Tiap Kabupaten dan Kota

Kick Off Siaran Piala Dunia 2026 di Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Minggu 1 Februari 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah Provinsi Kaltim mengajak seluruh warga Kaltim untuk menyemarakkan perhelatan sepak bola paling bergengsi Piala Dunia 2026, melalui gelaran nonton bareng (Nobar) yang tersebar di berbagai wilayah.

Turnamen bola yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini bakal disiarkan secara eksklusif oleh TVRI sebagai pemegang hak siar resmi (official broadcaster), yang akan menayangkan 104 pertandingan dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Momentum ini dimanfaatkan Pemprov Kaltim untuk menghadirkan Piala Dunia sebagai hiburan rakyat yang gratis dan merata di tengah efisiensi anggaran.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menerangkan, hak siar yang didapatkan oleh lembaga penyiaran publik merupakan prestasi besar yang harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Seno juga menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota untuk dapat memfasilitasi titik-titik Nobar di daerah masing-masing.

“TVRI sebagai official broadcaster satu-satunya di Indonesia. Mendapatkan hak siar ini bukanlah perkara mudah bagi lembaga televisi tersebut. Ini adalah kebanggaan yang harus kita sambut,” kata Seno, saat Kick Off Siaran Piala Dunia 2026 di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Jalan Wahid Hasyim, Samarinda, Minggu 1 Februari 2026.

Seno menekankan bahwa hiburan kelas dunia ini tidak boleh hanya berpusat di kota besar saja. Dia mendorong agar gairah Piala Dunia menyentuh wilayah-wilayah jauh seperti Mahakam Ulu dan Paser.

Di lingkungan provinsi sendiri, sejumlah fasilitas publik di Samarinda akan disulap menjadi titik nobar utama Piala Dunia 2026.

Tak sekadar menonton pertandingan, Pemprov Kaltim dalam perhelatan nobar piala dunia ini akan menghadirkan tempat-tempat jualan bagi pelaku UMKM nantinya, guna menghidupkan ekonomi rakyat.

“Kita akan memasang videotron di beberapa fasilitas pemerintah. Konsepnya akan kita integrasikan dengan pelibatan UMKM lokal. Jadi, selain memberikan hiburan gratis, kita ingin membangkitkan sektor usaha kecil masyarakat,” jelas Seno.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek domino ekonomi, di mana kerumunan massa yang hadir saat Nobar menjadi pasar potensial bagi para pedagang lokal.

Dengan tersedianya akses siaran gratis bagi pecinta bola di Kaltim, Seno berharap ke depannya sinergi antara media televisi dan pemerintah terus menguat.

“Kami berharap ke depan tidak hanya sebatas Piala Dunia, tetapi media televisi dapat menjadi penyambung jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” demikian Seno Aji

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: