Sempat Dikabarkan Mengamuk, Pria di Balikpapan Ini Bunuh Teman Sendiri

Tersangka YS dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Balikpapan, Selasa 17 Mei 2022 (Foto : istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA — Warga Karang Joang di Balikpapan Utara, YS (45), meringkuk di penjara. Kasusnya penikaman terhadap Marselinus hingga meninggal dunia. Kejadian itu sempat viral di media sosial karena adanya pria yang diamankan lantaran mengamuk dengan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi Minggu (15/5) pagi sekitar pukul 11.00 WITA. Warga di Jalan Soekarno-Hatta KM 10 Karang Joang sedang kerja bakti atau gotong royong merenovasi bangunan di lingkungan tinggal mereka.

“Termasuk (yang gotong royong) pelaku dan korban,” kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso, dalam penjelasan resmi di Mapolresta Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (17/5).

Tiba waktu istirahat, pelaku beristirahat. Diduga dia menyimpan kekesalan kepada korban karena seringkali menyuruhnya saat gotong royong.

“Pelaku tersinggung dengan perkataan korban karena korban sering menyuruhnya. Nyuruh saya terus, nyuruh saya terus, nggak ada yang lain? Begitu dikatakan pelaku,” ujar Thirdy.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso (tengah) memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers, Selasa 17 Mei 2022 (Foto : istimewa)

“Pelaku kemudian mengambil pisau di sampingnya saat istirahat itu, dan menusukkan di dada korban satu kali sehingga korban meninggal dunia,” tambah Thirdy.

Usai menikam korban pelaku mencoba kabur. Dia sempat melukai seorang wanita pengguna motor yang melintas di depannya, karena menolak memberikannya tumpangan. Akhirnya pelaku YS berhasil dibekuk di kawasan KM 15 Jalan Soekarno-Hatta setelah sempat dikabarkan mengamuk.

“Karena pelaku ini juga temannya korban, pelaku ketakutan. Sempat melukai seorang wanita inisial S, karena pelaku minta diantar (wanita itu) tidak mau,” terang Thirdy.

Thirdy kembali memastikan pelaku menikam korban satu kali karena kesal terus dan berulang kali disuruh korban. Perbuatan itu pun tidak direncanakan pelaku. Selain itu, kejiwaan pelaku pun dipastikan normal.

“Penyidik menerapkan pasal 351 KUHP ayat 3 tentang Penganiayaan, dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” demikian Thirdy.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: