Semua Kabupaten dan Kota di Kaltim Rawan Narkoba

Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana saat berada di Desa Bangun Rejo, Tenggarong, Kamis (4/11) (Foto : HO/BNNP Kaltim)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – BNN Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar), di Desa Bangun Rejo, kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis (4/11). Tujuannya untuk meminimalisir kerawanan penyalahgunaan narkoba secara umum di 10 kabupaten dan kota di Kaltim.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Wisnu Andayana mengatakan, program Desa Bersinar di Desa Bangun Rejo itu dijalankan secara bertahap, guna mewujudkan Indonesia Bersinar. Utamanya di Desa Bangun Rejo.

Menurut Wisnu, dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, semuanya rawan peredaran narkoba.

“Dengan dicanangkannya program Desa Bersinar di Desa Bangun Rejo ini, diharapkan bisa membuat peredaran narkoba berkurang. Bahkan kalau perlu bersih,” kata Wisnu, dikutip Niaga Asia, Kamis (4/11).

Dia menerangkan, kampanye berantas narkoba harus terus disosialisasikan dan dikampanyekan semua pihak.

“Kalau ada informasi tentang peredaran narkoba, sampaikan ke BNNP Kaltim. Untuk pelapor jangan khawatir. Karena identitasnya dijamin aman,” ujar Wisnu.

Diterangkan Wisnu, parameter menjadikan desa sebagai Desa Bersinar antara lain desa tersebut memang masuk kategori rawan penyalahgunaan narkoba.

Parameter berikutnya, adanya kreativitas dari Kades serta aparat desa, dengan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya penerapan untuk program Desa Bersinar, ditunjang adanya penganggaran dana Desa untuk mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Serta kegiatan penyuluhan,” ungkap Wisnu.

Masih diutarakan Wisnu, menunjang keberadaan Desa Bersinar di Desa Bangun Rejo, BNNP Kaltim juga memberikan pelatihan kepada penggerak Desa Bersinar dalam bentuk Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

“IBM merupakan upaya intervensi berkelanjutan terhadap penyalahguna narkoba, yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat,” sebut Wisnu.

Sementara, dalam sambutan Bupati Kutai Kartanegara yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutai Kartanegara Akhmad Taufik Hidayat, Pemkab Kukar mengapresiasi dijadikannya Desa Bangun Rejo sebagai Desa Bersinar.

“Desa Bersinar adalah desa yang melaksanakan program-program P4GN secara mandiri, sebuah kegiatan pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi terhadap narkoba,” kata Taufik.

Dengan begitu, dengan menyandang Desa Bersinar, di Desa Bangun Rejo akan dibentuk relawan dan penggiat antinarkoba.

“Ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan dalam mencapai keberhasilan program Desa Bersinar. Pertama kegiatan P4GN harus terlaksana secara mandiri di masing-masing desa. Kemudian, masyarakat desa paham akan bahaya akibat narkoba dan mampu menangkalnya,” pungkas Taufik.

Sumber : Humas BNNP Kaltim
Editor : Saud Rosadi

Tag: