Sepak Terjang Perampok Rumah Notaris di Samarinda yang Diringkus di Berau

Kawasan Jalan Danau Semayang, Samarinda. Salah satu rumah milik notaris jadi sasaran rampok, Selasa (20/4) kemarin. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Reskrim Polres Berau menangkap kawanan rampok, yang sebelumnya beraksi di rumah notaris di Samarinda, Selasa (20/4) kemarin. Pelaku berjumlah 5 orang, dan mereka adalah residivis kambuhan asal provinsi Jawa Tengah.

Dari penyelidikan kepolisian, kawanan rampok itu terbang dari Jawa Tengah, hingga tiba di Tanjung Redeb, Berau.

“Mereka ini adalah kelompok residivis kasus pencurian,” kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy saat dikonfirmasi Niaga Asia, Rabu (21/4) malam.

Setibanya di Berau, diketahui mereka beraksi di dua lokasi di Berau. Usai merampok, keduanya kemudian menggunakan mobil rental untuk pergi jalan darat mengarah ke selatan Kaltim.

“Mereka pakai mobil rental, untuk melakukan aksinya. Polanya mereka, begitu dapat (sasaran), langsung ke luar kota. Dari Berau, langsung ke Bontang. Di Bontang beraksi 1 TKP. Berhasil, lalu pergi ke Samarinda,” ujar Dovie.

Sasaran pertama kelompok rampok itu adalah rumah di Jalan Sungai Berantas, di Samarinda. Namun di rumah itu, mereka tidak mendapatkan hasil, lalu pergi ke perumahan elit di kawasan Jalan DI Panjaitan Pun demikian, di perumahan itu pelaku tidak mendapatkan apa-apa.

Berita terkait :

Polisi Tangkap Perampok Rumah Notaris di Samarinda, Diamankan di Polres Berau

“Cuma congkel pintu dan jendela saja,” ungkap Dovie.

Lantas, lanjut Dovie, pelaku kemudian bergeser ke Jalan Danau Semayang, masih di Samarinda. Diketahui, di kawasan itu, ada 3 rumah yang awalnya mereka ketok lebih dulu pagar rumahnya.

“Sama semua modusnya. Pura-pura ketok rumah, pastikan ada tidaknya orang di dalam rumah. Kalau ada orang keluar, mereka tidak jadi beraksi. Sekadar tanya-tanya saja,” terang Dovie.

“Jadi dari 3 rumah, yang ketiga ya rumah korban (notaris). Jadi kami ingatkan, agar waspada orang tidak dikenal mengetok pagar, atau pintu rumah, agar tidak dibuka,” ungkap Dovie.

Pelaku diketahui berjumlah 5 orang. Tiga diantaranya adalah esksekutor, dua lainnya menunggu di mobil. Dimana, satu diantaranya standby di kemudi mobil, satu lagi memantau situasi.

“Setelah kejadian di Danau Semayang ini, mereka langsung ke Berau, mau kembalikan mobil rentalan,” demikian Dovie.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *