Simulasi Aplikasi si-Rekap di KPUD Nunukan Terganggu Listrim Padam

Anggota KPPS Kecamatan Nunukan mengikuti simulasi si rekap dalam keadaan lampu mati. (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) simulasi penggunaan aplikasi si-Rekap untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Nunukan, digelar dalam keadaan gelap tanpa penerangan lampu listrik.

Komisoner Divisi Penyelenggaraan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nunukan, Kaharuddin mengatakan, bimtek simulasi penggunaan aplikasi si Rekap yang digelar diruang pertemuan KPUD Nunukan bersamaan padamnya listrik PLN.

“Karena sudah sudah dijadwalkan dan peserta sudah datang, kami tetap buka kegiatan dengan keterbatasan pencahaan,” kata Kaharuddin, Senin (30/11).

Minim pencahayaan bukan satu alasan menghentikan kegiatan ini, sebab peserta bimtek bisa memanfaatkan lampu-lampu senter dari handphone masing-masing, lagi pula, aplikasi si-Rekap Mobile dapat digunakan dengan Hp peserta.

Meski kegiatan tetap berjalan, bimtek dengan mati lampu cukup menyiksa peserta, dikarenakan ruangan panas tanpa alat pendingan dan sedikit menyulitkan pandangan mata.

“Aplikasi ini digunakan untuk pengiriman data fomulir C hasil rekap suara, kalau dilokasi TPS gelap, bisa bergeser ke lokasi terang untuk foto formulir,” terangnya.

Simulasi aplikasi si-Rekap digelar serentak seluruh di Indoneisa dan tiap daerah harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak ada alasan menunda kegiatan meski terkendala pemadaman listrik dan lainnya.

Menurut Kaharuddin, KPUD Nunukan dalam Pilkada tahun 2020 telah menetapkan jumlah Tempat Pemunguatan Suara (TPS) sebanyak 541 titik, sebagian lokasi TPS tersebut berada diwilayah pedalaman yang tidak terjangkau internet.

“Berdasarkan laporan PPK, ada 240 TPS dengan internet kuat, 120 TPS dengan jaringan internet lemah dan 127 TPS tidak memiliki internet,” ucapnya.

Terhadap 127 wilayah tidak memiliki internet, KPUD Nunukan telah berkoordinasi dengan pemerintah meminta bantuan jaringan wifi desa, sedangkan untuk wilayah yang sama sekali tidak memiliki wifi desa bisa memanfaatkan internet satelit

Kaharuddin mengakui, sejumlah KPPS dan PPK di Kecamatan Krayan Selatan, Krayan Tengah dan Kecamatan Lumbis Ogong, belum bisa menginstal aplikasi si-Rekap, sinyal internet disana lemah karena cuara hujan.

“Untuk download aplikasi perlu jaringan kuat, nah di tiga kecamatan ini jaringan lemah karena cuaca hujan,” tutur Kaharuddin.

Untuk beberapa wilayah Kecamatan Krayan yang tidak terjangkau internet, petugas disana bisa menggunakan internet Ubigu milik masyarakat, hanya saja, internet ini perlu biaya pembelian pulsa.

“Saya pernah coba gunakan internet Ubigu, harga paket data 600MB Rp 60.000, paket ini cukuplah untuk penggunaan aplikasi si rekap, ungkapnya. (advetorial)

Tag: