aa
Tim SAR sisir kawasan terdampak banjir di Samarinda untuk memberikan pertolongan dan evakuasi, Selasa (11/6/2019). (Foto Basarnas Kaltimtara)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Bantuan pangan untuk korban banjir di Kota Samarinda mohon diantar sampai ke kawasan terdalam yang terdampak banjir sebab, hingga siang hari Selasa (11/6) masih banyak warga yang belum mengungsi dari rumah masing-masing, padahal cadangan pangan di rumahnya tinggal sedikit.

“saya sudah keliling beberapa tempat mengantar bantuan pangan berupa makanan cepat saji. Warga melaporkan masih ada warga bertahan di kawasan terdalam terdampak banjir, padahal cadangan makanannya sudah tinggal sedikit,” kata anggota DPRD Kaltim dari Partai Amanat Nasional, Hj Siti Qomariah dalam interupsinya saat berlangsung Rapat Paripurna DPRD Kaltim tentang Penyampaian LKPD dan LKPJ Pemerintah Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2018 yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun HS, Selasa (11/9/2019).

Qomariah yang berasal dari daerah pemilihan Kota Samarinda mengatakan, distribusi bantuan pangan memang sudah berlangsung, baik oleh Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan masyarakat, tapi baru menjangkau korban banjir yang sudah mengungsi ke luar dari permukimannya yang kebanjiran, sedangkan masih banyak warga di dalam.

Mengantarkan makanan ke warga tedampak banjir di kawasan paling dalam dari jalan umum memang tidak mudah, karena jalan masuk ke lokasi sempit, tapi bisa saja dilakukan melalui sungai Karang Mumus. “Mohon warga yang belum dapat bantuan pangan diperhatikan, meski mereka belum mau meninggalkan rumahnya,” kata Qomariah lagi.

Ia juga menghimbau kepada warga untuk saling tolong menolong, dan warga terdampak yang belum mau dievakuasi, untuk mengambil keputusan mengungsi untuk sementara waktu, mengikuti anjuran Tim SAR. Selain itu Qomariah juga berharap informasi keberadaan dapur-dapur umum yang dikelola pemerintah disebarluaskan ke masyarakat. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *