Soal Larangan Ekspor Turunan CPO, Petani Tidak Perlu Gusar

Crude oil palm (CPO) dari perkebunan sawit di Kaltim penyumbang kedua terbesar ekspor non migas Kaltim, setelah batubara. (Foto HO/Net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kepala Dinas Perkebunan  Kaltim, Ujang Rahmat minta petani kelapa sawit diminta tidak gusar dengan kebijakan Presiden Jokowi yang melarang ekspor minyak goreng (migor) dan  turunan CPO mulai besok, Kamis (28/4/2022).

“Sesai  surat edaran (SE)  Plt Dirjen Perkebunan  tertanggal 25 April 2022,  CPO tidak termasuk kedalam produk sawit yang dilarang eskpor,” kata Ujang Rahmat, seperti dikutip Tim Publikasi Biro Adpim Setda Kaltim, Rabu (27/4/2022).

Menurut Ujang, dalam SE Plt Dirjen Perkebunan, Ali Jamil menerangkan larangan eskpor diterapkan kepada RBD Palm Olein dalam kemasan berat bersih tidak lebih 25 Kg, lain-lain dengan nilai lodine antara 55 hingga 60 dan lain-lain.

“Karenanya Dirjen Perkebunan meminta Dinas Perkebunan Provinsi se Indonesia, segera mengusulkan surat edaran gubernur yang ditujukan ke bupati atau walikota yang terdapat sentra sawit,” terangnya.

Surat edaran Dirjen Perkebunan yang diujukan ke semua gubernur, dibuat setelah memperhatikan informasi sejumlah Dinas Perkebunan, petani kelapa sawit serta Petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP) yang menemukan adanya pabrik kelapa sawit (PKS) telah menetapkan harga beli TBS sepihak  dengan penurunan antara Rp300 hingga Rp1.400 perkilogram.

“Ini melanggar ketentuan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS seperti diatur dalam Permentan tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebunan,”  tulis Dirjen Perkebunan dalam SE-nya.

Kepada PKS, Dirjen Ali Jamil mengingatkan tidak melakukan pembelian TBS Kelapa Sawit di luar ketetapan Tim Penetepan Harga TBS Provinsi.

“Kalau dilanggar, Pemprov melakukan peringatan atau memberi sanksi,” kata Ali.

Anjloknya harga beli TBS oleh PKS dikhawatirkan petani sawit imbas dilarangnya ekspor migor dan  turunan CPO oleh Presiden Jokowi. Larangan yang mulai diberlakukan Kamis (28/4) ini, diharapkan bisa meningkatkan produksi CPO untuk dalam negeri sehingga ketersediaan minyak goreng banyak.

Tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit  Kalimantan Timur (Kaltim) bulan Maret 2022 lalu menetapkan  harga TBS bulan April 2022 yakni Rp3.452,16 per KG bagi sawit  umur  10 tahun ke atas, harga ini naik naik Rp 231,27 dari bulan Maret.

Penulis : Intoniswan | Editor : Intoniswan

Tag: