Sosialisasi Perlindungan WNI Di Warung Konsuler Myanmar

Saat ini terdapat kurang lebih 300 masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah akreditasi KBRI Yangon, bekerja di sektor manufaktur, garmen, farmasi, telekomunikasi, pertambangan, OI, dan kapal, Rohaniwan, ikut keluarga, serta menikah dengan WNA.(Foto KBRI Yangon)

YANGON.NIAGA.ASIA – KBRI Yangon melaksanakan kegiatan Warung Konsuler dan Sosialisasi Perlindungan WNI di Yangon, Myanmar.

“Kegiatan yang dilaksanakan 03 Juli 2022  ini untuk melakukan fasilitasi WNI yang berhalangan mengurus dokumen-dokumen kekonsuleran pada hari kerja,” ungkap KUAI KBRI Yangon, Bob Felix Tobing dalam rilisnya di laman resmi Kemlu.

Selain itu, kata Bob Felix Tobing, dalam kegiatan yang sama juga dilakukan diseminasi informasi terkait perkembangan-perkembangan di Indonesia maupun Myanmar, kondisi terkini, termasuk keamanan secara umum, pembatasan-pembatasan yang masih berlaku, isu-isu yang dihadapi oleh para WNI, maupun sharing session terkait kondisi para WNI di Myanmar.

“Menghadapi situasi terkini perkembangan Covid-19 dan keamanan di Myanmar,  KBRI Yangon,  mengajak semua WNI untuk tetap bersikap tenang, menghormati peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum. Perlindungan WNI merupakan prioritas utama semua perwakilan RI di luar negeri, termasuk KBRI Yangon,” sambungnya.

Saat ini, terdapat kurang lebih 300 masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah akreditasi KBRI Yangon. Sebagian besar berada di Yangon bekerja di sektor manufaktur, garmen, farmasi, telekomunikasi, pertambangan, OI, dan kapal, Rohaniwan, ikut keluarga, serta menikah dengan WNA.

Sumber: KBRI Yangon | Editor: Intoniswan

Tag: