SPBU KM 13 Dioperasikan, Rahmad Mas’ud: Pekan Depan Tak Ada Antrean Solar

Sopir dan mahasiswa melakukan aksi demontrasi  soal kelangkaan solar subsidi di Kantor Pemkot Balikpapan, Rabu (30/3/2022). (Foto Arif Fadillah/Niaga.Asia)

BALIKPAPAN, NIAGA.ASIA– Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya massa aksi ditemui Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Rabu (30/3/2022) sekitar pukul 14.00 Wita. Orang nomor satu di Kota Minyak itu bertemu dengan 10 perwakilan massa yang terdiri dari sopir truk dan mahasiswa.

Mereka kemudian menggelar pertemuan tertutup di Balai Kota Balikpapan. Sekira satu jam pertemuan berakhirnya. Rahmad Mas’ud memastikan pekan depan tak ada lagi  antrean solar subsidi (biosolar)

Antrean solar diatasi dengan mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kilometer 13.

“Untuk mengurangi antrean solar subsidi (bio solar) yang mengular selama ini. SPBU km 13 akan dioperasikan pada Sabtu (2/4/2022),” kata Rahmad.

“Rencana awal SPBU ini baru beroperasi setelah lebaran. Tapi setelah kami berkoordinasi dengan Pertamina, mereka menyanggupi bahwa SPBU bisa beroperasi Sabtu nanti,” katanya.

Hanya saja, tegas Rahmad,  truk tak bisa seenaknya saja untuk mendapatkan biosolar. Biosolar hanya bisa didapatkan angkutan di luar pertambangan dan perkebunan. Dia meminta pengusaha agar tak menyalahi aturan.

“Kalau truk tambang dan perkebunan menggunakan solar subsidi, ancamannya pidana,” kata dia.

Sebelumnya Pemkot Balikpapan sudah bersurat ke Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) untuk meminta penambahan kuota di Kota Minyak. Hanya saja sampai saat ini belum ada respon dari BPH Migas terkait permintaan pemkot Balikpapan tersebut.

“Belum ada jawaban dari mereka (BPH Migas) sampai sekarang,” katanya.

Sementara perwakilan mahasiswa Sainudin berharap operasional SPBU Kilometer 13 mampu mengurai antrean solar subsidi yang setahun belakangan terjadi di Balikpapan. Apalagi, kata dia,  keberadaan SPBU tersebut juga bakal dibarengi dengan tambahan kuota.

“Tadi informasinya kuota di SPBU Kilometer 13 tidak mengambil dari SPBU lain, jadi semoga saja ini membantu,” kata dia.

Hanya saja, Sainudin meminta Pemkot bisa menepati janjinya tersebut. Andai memang masih terjadi antrean lagi, sopir dan mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar lagi.

Penulis : Kontributor Balikpapan Arif Fadillah | Editor : Intoniswan

Tag: