aa

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina sudah harus menerapkan digitalisasi paling lambat pada pertengahan tahun ini.

Menurut dia, digitalisasi telah menjadi tren bisnis saat ini dan diyakini akan mampu mendongkrak minat pelanggan. “Digitalisasi ini untuk meningkatkan kepastian stok BBM di setiap SPBU dan mendukung program pengurangan transaksi nontunai (cashless),” ujarnya saat meninjau penerapan digitalisasi SPBU di Kenten, Palembang, kemarin.

Saat ini, kata Nicke, baru sekitar 350 dari 5.850 SPBU milik Pertamina yang sudah didigitalisasi. Pada akhir Maret ditargetkan 3.000 SPBU lagi segera menerapkan digitalisasi dan sisanya dilanjutkan pada akhir Juni.

Melalui digitalisasi ini, kata dia, semua arus data masuk-keluar BBM di gerai-gerai SPBU seluruh Indonesia akan tercatat secara real time. Proses dilakukan dengan cara memasang perangkat digital pada keran penyaluran BBM ke kendaraan (nozzle) sehingga jumlah BBM yang terjual dapat tercatat secara akurat. Nicke menambahkan, untuk menghindari dampak negatif penggunaan telepon seluler di SPBU, transaksi digital akan dilakukan sekitar 2 meter dari nozzle pengisian bahan bakar.

“Data ini nantinya juga akan terhubung ke pusat data Pertamina sehingga SPBU yang sudah minim stoknya akan terpantau secara otomatis. Bagi Pertamina, itu kan menjadi warning untuk segera mengirim sehingga mengurangi kelangkaan BBM,” katanya.

Di acara yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan adanya data real time penjualan BBM dan tangki penyimpanan akan memudahkan pemerintah mengambil keputusan berapa banyak harus mengimpor minyak. “Saat stok di kilang kita menipis, tentunya harus impor. Dengan adanya data ini, kita tidak impornya kelebihan atau kekurangan sehingga masyarakat akan selalu tersedia BBM-nya di mana pun berada,” jelasnya.

Tol Trans-Jawa

Dalam rangka memastikan ketersediaan BBM serta memberikan pelayanan optimal kepada pengguna Tol Trans-Jawa yang menghubungkan Merak hingga Pasuruan, PT Pertamina menambah 6 titik layanan BBM sementara, yakni di kilometer (Km) 275 A, Km 379 A, Km 391 A, Km 282 B, Km 360 B, dan Km 626 A. Sejumlah SPBU tersebut melengkapi 32 SPBU yang sudah beroperasi saat ini.

Dalam keterangan resminya, kemarin, Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina (persero) Mas’ud Khamid mengatakan paralel dengan ­pengoperasian 6 SPBU tersebut, Pertamina juga membangun SPBU permanen di 18 lokasi, yang direncanakan selesai sebelum saat puncak mudik Lebaran tahun ini. Dengan demikian, pengguna tol tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM di sepanjang Tol Trans-Jawa.

Lebih lanjut Mas’ud mengatakan layanan BBM tambah-an ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB setiap hari mulai 17 Februari 2019 dan menyediakan produk BBM di antaranya pertamax, biosolar, dexlite, dan pertamina dex.

“Pertamina selalu berkomitmen untuk dapat menyediakan energi ke seluruh negeri. Layanan BBM yang kami siapkan di ruas Tol Trans-Jawa ini merupakan salah satu wujud untuk dapat memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat sehingga nantinya masyarakat lebih mudah mendapatkan akses mendapatkan BBM,” ujarnya.

Sumber: Media Indonesia

13 komentar pada “SPBU Pertamina Didigitalisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *