Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mengah Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Fuad Assaddin, M.Si. (Foto Intoniswan/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pemenuhan kecukupan stok barang pokok dan penting di Kalimantan Timur di tahun 2019  telah mencapai rata-rata 4 bulan, sedangkan jumlah penyediaan fasilitas bahan pokok dan penting 40 fasilitas. Kemudian jumlah informasi stok dan harga barang pokok dan barang strategis yang tersedia setiap hari tercapai 64 jenis komoditas.

Demikian diungkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mengah Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Fuad Assaddin, M.Si dalam laporan akhir tahun pelaksanaan kegiatan Bidang Perdagangan Tahun 2019.

“Realisasi pelaksanaan Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri di tahun 2019, seluruhnya mencapai target,” kata Fuad.

Menurut Fuad, realisasi semua kegiatan-kegiatan Program Peningkatan Kerjasama Perdagangan tahun 2019 juga melampaui target. Nilai transaksi hasil kerjasama yang semula hanya dipatok Rp200 juta, ternyata dapat dicapai Rp1,245 miliar, demikian pula sasaran jumlah pelaku usaha dari 11 tercapai menjadi 27 pelaku usaha.

“ Program dan Peningkatan Ekspor, hampir seluruhnya melampaui target,” ujarnya.

Beberapa kegiatan melampaui target adalah nilai ekspor non migas dan batubara, yang semula hanya dipatok 1,43 miliar US$,  dicapai 1,559 miliar US$. Jumlah ekspor yang menggunakan direct call dari target 5, realisasi 6 pelaku usaha, laporan ekspor/import dari 10 tercapai 12.

“Untuk jumlah eksportir yang mendapatkan fasilitasi Surat Keterangan Asal ditarget 10 dicapai 10 eksportir, atau sesuai target,” kata Fuad. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *