
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Stok gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, bahkan mendapat tambahan kuota untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Bupati Aulia Rahman Basri mengungkapkan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ketersediaan LPG subsidi dalam kondisi terkendali, baik dari sisi stok maupun harga.
“Untuk tabung gas LPG 3 kilogram, kita sudah lakukan pengecekan dan alhamdulillah stok cukup. Bahkan distributor juga mendapatkan tambahan kuota menjelang Lebaran. Dari sisi harga juga tetap stabil,” ungkapnya, Senin (16/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika terjadi kendala distribusi di lapangan, sehingga pemerintah dapat segera melakukan intervensi.
“Kalau ada kendala distribusi, silakan dilaporkan ke pemerintah setempat agar bisa langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Nararya, Windi Novri Ananta, memastikan distribusi LPG di wilayah Kukar berjalan lancar tanpa hambatan. Pihaknya menyalurkan rata-rata sekitar 2.800 tabung LPG 3 kilogram per hari.
Selain itu lanjutnya, tambahan kuota fakultatif juga telah diperoleh dari PT Pertamina untuk menghadapi momen hari besar keagamaan.
“Alhamdulillah distribusi maupun pengambilan di SPBE lancar. Kami rata-rata menyalurkan sekitar 2.800 tabung per hari. Dan, ada tambahan kuota fakultatif,” jelasnya.
Tambahan pasokan dijadwalkan pada momen tertentu, seperti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Distribusi LPG dilakukan secara merata ke sejumlah kecamatan di Kukar, di antaranya Kembang Janggut, Sebulu, dan Kota Bangun. Saat ini, PT Nararya melayani sekitar 75 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah.

Setiap pangkalan menerima jatah berbeda sesuai kuota bulanan mereka, dengan sistem distribusi yang dilakukan secara berkala. Baik itu satu kali dalam seminggu, dua kali dalam seminggu, maupun tiga kali dalam seminggu, tergantung kebutuhan dan sesuai kontrak.
“Satu pangkalan itu bermacam-macam kuota mereka, jadi enggak sama. Ada yang 1.000, ada yang 1.500, ada yang 1.800, ada yang 500 saja. Distribusinya juga begitu, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau dua kali dalam seminggu juga bisa, tergantung,” terangnya.
Untuk menjaga ketersediaan stok tetap aman bahkan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pengisian pun dilakukan setiap hari di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Loa Kulu dan Loa Janan.
Windi juga mengakui bahwa tren permintaan biasanya meningkat beberapa hari setelah Lebaran, namun pihaknya optimis pasokan tetap terjaga.
“Alhamdulillah sampai saat ini masih aman. Mudah-mudahan sampai setelah Lebaran tetap aman,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: LPG