Stok Minyak Goreng Terbatas, Wawali: Pedagang Jangan “Bermain”

Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Dr H Rusmadi didampingi Kapolresta Kombes Pol Ary Fadli, mengadakan monitoring harga dan ketersediaan minyak goreng di satu titik pasar modern dan lima distributor di kawasan pergudangan, Sungai Kunjang, Jumat (25/2/2022)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Jelang Bulan Ramadhan 1443 Hijriah mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan bahan pokok khususnya minyak goreng yang tergolong langka di pasar.

Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Dr H Rusmadi didampingi Kapolresta Kombes Pol Ary Fadli, Jumat (25/2/2022) mengadakan monitoring harga dan ketersediaan minyak goreng di satu titik pasar modern dan lima distributor di kawasan pergudangan, Sungai Kunjang.

“Pantauan kita tadi, dari enam titik mulai dari pasar modern kemudian distributor, memang ada ketersediaan dalam jumlah yang terbatas. Tapi kalau kita lihat dari sisi jumlah ini, masih cukup untuk membantu ketersediaan minyak goreng di masyarakat,” kata Rusmadi.

Kemudian, lanjutnya, yang perlu diantisiapasi kebutuhan menjelang bulan puasa dan menjelang Idulfitri. Tadi dari hasil evaluasi  di empat distributor itu,  diperkirakan di bulan Maret itu akan tersedia sekitar 800 ton. Sementara kebutuhan kita perminggunya itu 182 ton. Jadi perkiraannya 650 ton perbulan.

“Artinya dari sisi ketersediaan, ya mudah-mudahan ini tidak ada gangguan ya. Karena tadi informasinya ada yang datang minggu pertama, yang datang minggu kedua, minggu ketiga, dan minggu keempat. Mudah-mudahan ini menjamin dalam hal ketersediaan,” terang Rusmadi.

Monitoring harga diawali dari Lotte Grosir di Jalan Kadrie Oning, kemudian menuju distributor di Kompleks Pergudangan dan di Jalan KH Mas Mansyur. Secara umum, Rusmadi menyebut saat ini harga di tingkat distributor tergolong aman. Harga berkisar Rp13.300 sampai Rp13.500.

Kalau misalnya tidak ada gangguan di perjalanan dan kemudian tidak ada yang memainkan harga untuk mengambil keuntungan yang tinggi dengan mark up yang berlebihan, mestinya harga di toko toko pengecer itu ya sekitar Rp14 ribu.

“Kita kan sudah mendapatkan data terkait dengan siapa-siapa pedagang dari distributor kemudian sampai ke konsumen. Jadi kita berharap dalam kesempatan ini dalam situasi sulit Covid-19 (Corona Virus Disease 2019, Red) kemudian dalam situasi kita menghadapi persoalan ketersediaan minyak goreng ini, kita berharap tidak ada yang coba-coba untuk bermain. Karena kita sudah punya data semua,” tekan Rusmadi.

Penimbun akan disanksi

Sementara Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengaku akan terus melakukan pemantauan terhadap jalannya distribusi pasokan minyak goreng jelang bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri.

“Kita tetap melakukan pemantauan bagaimana proses pendistribusian minyak ini hingga ke masyarakat. Seperti tadi yang disampaikan Pak Wawali, pantauan ketersediaan pasokan minyak goreng jelang bulan puasa ini sudah sangat mencukupi,” ujarnya.

Ia mengharapkan para pelaku usaha tidak menaikkan harga hingga melewati keterjangkauan masyarakat, atau bahkan penimbunan.

“ Apabila ada yang seperti itu, kita akan sanksi yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Kapolresta. (adv)

Tag: