Proses evakuasi jenazah Suharni oleh tim INAFIS Polresta Samarinda, Minggu (16/11) dini hari. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Polisi masih memburu Jabaruddin (34), yang kabur usai membunuh istrinya, Suharni (49), Minggu (16/11) kemarin, di kamar kos Jalan Pelita IV, Sambutan, Samarinda. Dugaan sementara, Jabaruddin membunuh istrinya lantaran sakit hati.

Jenazah Suharni, Minggu (16/11) malam, diautopsi di kamar jenazah RSUD AW Sjachranie, untuk memastikan sebab kematiannya. Dimulai pukul 20.00 WITA, proses autopsi rampung tiga jam kemudian.

“Hasilnya (kesimpulan sebab kematian) belum kita terima. Tapi dari penyampaian dokter forensik, bahwa ada sejumlah titik pendarahan di bawah permukaan kulit korban,” kata Kapolsek Samarinda Kota AKP Aldy Harjasatya, ditemui Niaga Asia, di kantornya Jalan Bhayangkara, Senin (16/11).

Berita terkait :

Tewas di Kamar Kos di Sambutan, Suharni Diduga Dibunuh Suaminya

Dari kamar korban yang ditinggali bersama pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bantal, kain sprei, serta pakaian dalam korban. “Tidak ada yang mendengar ribut-ribut saat malam kejadian. Kita tidak bisa menduga-duga ya. Kemungkinan karena korban dibekap pelaku,”” ujar Aldy.

Namun demikian, dugaan sementara peristiwa dugaan pembunuhan itu, bermotifkan sakit hati. “Jadi, sebelum pelaku ini bilang ke orangtuanya membunuh istrinya, dia sudah lama sakit hati ke istrinya. Begitu cerita pelaku ke ibunya,” terang Aldy.

Dijelaskan Aldy, lantaran korban Suharni tidak memiliki keluarga di Samarinda, dan kota sekitarnya, usai autopsi, jenazahnya masih disimpan di lemari pendingin di kamar jenazah RSUD AW Sjachranie Samarinda.

“Tidak, tidak ada keluarga di sini (Samarinda). Keluarganya ada di Banggai (Sulawesi Tengah). Kami sudah koordinasi ke Polres Banggai, bahwa korban meninggal untuk dihubungkan ke keluarganya di Banggai,” pungkas Aldy. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *