Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi saat membuka dialog interaktif bertema pendidikan politik masyarakat dalam persiapan Pilkada Serentak 2020.

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Salah satu elemen dan indikator yang penting dari keberhasilan dan kualitas pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) yang demokratis adalah adanya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses berjalannya tahapan-tahapan pemilu, khususnya dalam hal pengawasan atau pemantauan proses pemilu.

Demiikian disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Teguh Setyabudi saat membuka dialog interaktif bertema pendidikan politik masyarakat dalam persiapan Pilkada Serentak 2020 bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltara di Ballroom Hotel Duta Tarakan, Kamis (19/11) siang.

“Untuk memastikan kualitas pemilu, khususnya Pilkada Serentak 2020 di Kaltara, patutlah disosialisasikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, termasuk mahasiswa seperti pentingnya menyuarakan hak pilih atau tidak golput, mencegah money politic, dan menghindari konflik horizontal,” kata Teguh.

Sebab, sesuai Pasal 131 Undang-Undang (UU) No. 10/2016 tentang Pilkada, esensi pelaksanaan pilkada adalah keterlibatan publik di dalam kontestasi tersebut.

“Keterlibatan ini tak hanya pada saat proses pemilihannya semata. Tetapi, dimulai dari proses pengawasan, sosialisasi, hingga pendidikan politik bagi pemilih,” urainya.

Seperti diketahui, target kepesertaan pemilih pada Pilkada Serentak 2020 di Kaltara, berkisar 75 hingga 80 persen lebih.

“Pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk dilakukan. Khususnya kepada para pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak politiknya dalam pemilu atau pemilihan,” jelasnya. (*/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *