Pemakaman jenazah positif COVID-19 di Pemakaman Raudatul Jannah Samarinda. Kaltim per hari Sabtu (12/9) mencatatkan 236 angka kematian akibat paparan Covid-19. (Foto: istimewa/BPBD Kota Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tim pemakaman Satgas Covid-19 Samarinda, sampai hari ini telah memakamkan 82 jenazah kasus Covid-19 di pemakaman khusus kasus Covid-19, sesuai protokol. Lebih dari separuh, adalah jenazah yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Keterangan diperoleh Niaga Asia, hari ini, tim pemakaman dari BPBD, sebagai bagian dari tim Satgas Covid-19, memakamkan 2 jenazah. Terbaru, adalah seorang perempuan, Sr (55), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD AW Sjachranie di Samarinda.

Pasien itu diketahui masuk perawatan medis RSUD AW Sjachranie, sejak 9 September 2020 lalu. Delapan hari dirawat, pasien Sr meninggal pukul 08.15 WITA.

“Benar, 82 jenazah. Dua terbaru, kami makamkan hari ini. Yang ke-82, pasien terkonfirmasi positif,” kata Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AH, saat dikonfirmasi Rabu (16/9).

Tim pemakaman sendiri, sebelumnya pernah memakamkan lebih dari 5 pasien dalam sehari. Untuk menghindari personel tim pemakaman kelelahan akibat minim istirahat, BPBD menyiapkan personel pengganti.

“Jadi misalnya, kalau ada kelelahan dalam 1 tim yang terdiri 10 orang, ada personel pengganti sebagai back up rekan yang kelelahan. Jadi tim utama pemakaman tetap 10 orang,” ujar Hendra.

“Sesuai aturan, pemakaman dilakukan tidak lebih 4 jam setelah pasien meninggal. Tapi semisal kembali ada yang meninggal tengah malam, atau dini hari, kami makamkan jam 6 pagi. Karena personel dalam tim juga memerlukan waktu istirahat,” tambah Hendra.

Info grafis kasus Covid-19 kota Samarinda per hari Selasa (15/9). (Sumber : Dinkes Samarinda)

Apalagi, lanjut Hendra, beberapa personel yang terlibat di pemakaman, juga kembali melakukan penyemprotan disinfektan, di pagi hingga sore harinya. “Kami ada 3 tim penyemprotan. Jadi, beberapa personel tim pemakaman, juga ada yang bantu penyemprotan. Untuk itu, tim pemakaman sangat perlu istirahat,” jelas Hendra.

Data dilansir Dinkes Kota Samarinda sampai Selasa (15/9), dari 1.602 kasus positif, yang meninggal ada 64 orang. Meski angka meninggal mencapai 82 orang, baik kasus probable Covid-19 maupun terkonfirmasi positif, namun yang masuk dalam data Dinkes Samarinda, adalah hanya pasien terkonfirmasi positif yang meninggal dunia. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *