Sudah Tua, Produksi Kelapa Rakyat Kaltim Terus Menurun

aa
Produksi kelapa Kaltim menurun karena tanaman kelapa rakyat Kaltim rata-rata sudah tua. (Foto HO/Net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Tanaman kelapa rakyat Kalimantan Timur rata-rata sudah berusia tua, sehingga produksi terus menurun dalam lima tahun terakhir. Penurunan produksi kelapa itu perlu diatasi dengan peremajaan agar kedepan, kebutuhan pasar bisa dipenuhi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ujang Rachmad menjawab Niaga.Asia di kantornya.

Menurut Kadis Perkebunan, luas areal kelapa rakyat di Kaltim  tahun 2018 tercatat tinggal sebanyak 21.840 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 12.746 ton. Petani yang masih memiliki kebun kelapa tinggal 16.989 KK. “Hampir disemua kabupaten luasan kebun kelapa dan produksinya menurun,” terangnya.

Sedangkan di tahun 2013, sebagai pembanding, kata Ujang, luas kebun kelapa rakyat  masih 27.272 hektar dengan jumlah produksi 13.266 ton. Jumlah petani yang memiliki kebun kelapa sebanyak 22.370 KK.

“Kalau dihitung penurunan dalam lima tahun terakhir, luas kebun kelapa berkurang 5.432 hektar atau sekitar 20%, produksi turun 520 ton (4%), dan jumlah KK yang aktif di kebun kelapa berkurang 5.530 KK atau kurang lebih 33%,” kata Ujang.

Kelapa merupakan komoditi tradisional Kaltim, tumbuh dengan baik pada semua tempat yang diusahakan masyarakat sebagai tanaman perkarangan maupun yang diusahakan dalam hamparan yang cukup luas.  Usaha perkebunan kelapa rakyat dalam hamparan yang luas, diantaranya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Samboja dan Muara Jawa) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (Kecamatan Penajam). Di beberapa daerah lainnya tanaman kelapa juga banyak diusahakan namun dalam ukuran yang masih terbatas.

“Produksi dari tanaman kelapa rakyat tersebut diatas seluruhnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kelapa segar masyarakat di dalam daerah,” kata Ujang.

Tanaman  kelapa rakyat di Kaltim  dewasa ini sudah berada dalam keadaan yang patut diremajakan, namun nampaknya animo kearah tersebut masih rendah sehingga kondisi perkelapaan di Kaltim  dalam keadaan yang kurang menguntungkan.

Menurut Ujang, untuk meremajakan tanaman kelapa rakyat yang sudah tua tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim  melalui Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim setiap tahun memberikan bantuan bibit kepala.

Tahun ini diberikan bantuan sebanyak 2000 batang kepada kelompok tani kelapa ‘Pada Idi” di Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara untuk ditanam di lahan seluas 20 hektar. Selain bibit kelapa, petani juga menerima bantuan pupuk sebanyak 2000 kilogram atau 2 ton dan 100 liter herbisida.

“Sumber dana bantuan itu dari APBD Kaltim Tahun Anggaran 2019 dalam rangka perluasan kebun kelapa,” katanya. (adv)

Tag: