suding
Sudding memperlihatkan bekas luka dari terkaman buaya yang sudah dijahit. (Foto: Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Meski mengalami luka-luka di bahu dan dagu, Syamsuddin alias Suddin selamat dari terkaman buaya di Sungai Mamolo. Sudding (45), warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan lolos dari maut setelah sempat diserang buaya berukuran panjang hampir 3 meter pada, Minggu (17/6/2018).

Suddin  yang sehari-hari bekerja sebagai petani rumput laut,  sempat bergelut dengan buaya. Ia selamat setelah ditolong beberapa warga yang saat kejadian berada di sekitar sungai tempat dia menjemur rumput laut. “Suddin hanya mengalami luka dibagian bahu kanan dan bagian dagu dengan 30 jahitan lebih,” kata Kamaruddin, saksi mata.

Rahman yang Diduga Dimangsa Buaya Masih dalam Pencarian

Menurutnya, Suddin diserang buaya saat  membetulkan tempat penjemuran rumput laut miliknya. Buaya tiba-tiba muncul dari sungai, menerkam dan berusaha menarik Sudding ke sungai untuk ditenggelamkan. “Saya sempat buat video penerkaman buaya itu, kebetulan kejadian persis disamping rumah saya,” ujarnya.  Sebelum berhasil melepaskan diri dari buaya, Suddin berteriak meminta parang kepada warga, karena terus meronta dan melawan, buaya melepaskan gigitan dan tidak lama buaya tersebut menjauh dan menghilang.

buaya
Buaya yang menyerang Sudding sering berjemur di Sungai Mamolo. (Foto: Kamaruddin)

Berdasarkan catatan Niaga.Asia,  buaya  yang berusaha memangsa Suddin bukan jadi pertama bagi warga Mamolo sebab,  buaya sering kali muncul  saat warga beraktifitas di sungai-sungai terutama saat mandi ataupun sedang bekerja mengikat rumput laut. “Buaya sudah sangat sering nampak di sungai, mengintai warga yang lagi bekerja, mandi, dan buang air,” kata Kamaruddin.

Kemunculan buaya yang begitu sering di sungai, lanjut Kamaruddin, sangat menakutkan dan menganggu aktifitas  warga  maupun pekerja rumput laut. Warga berharap pemerintah merelokasi buaya  ke sungai yang tidak digunakan warga beraktifitas.“Warga tidak memiliki niat memusnahkan atau menghabisi habitat buaya, kami hanya minta pemerintah mengupayakan membuat kawasan pemisah antara manusia dengan buaya sungai Mamolo yang terus berkembang biak,” kata Kamaruddin.

Bahkan warga ada yang melihat buaya di sungai Mamolo ukuran sangat besar, panjangnya  hampir 5 meter berkeliaran disungai-sungai. Buaya juga dirasa  semakin berkembang biak. Warga pun percaya, berkembangnya  buaya Sungai Mamolo tidak lepas dari kepercayaan warga setempat, banyak warga mempercayai bahwa buaya adalah penunggu sungai dan keberadaannya jauh sebelum warga meninggali bantaran sungai.

Kegiatan memberi makan atau semacam sesajen sering dilakukan warga setempat dengan harapan buaya penunggu sungai tidak menggagu warga. Namun nyatanya,  warga tetap jadi incaran buaya. “Saya minta warga lebih dewasa, pemerintah juga harus tanggap melihat kejadian. Kalau bisa buatlah penangkaran buaya di Sungai Mamolo,” saran Kamaruddin.(002)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *