Bocah D yang terancam putus sekolah dipapah kakeknya. (suriyatman)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Bocah kelas 2 di SD Negeri 02 Samarinda Seberang, D (9) terancam tidak bersekolah lagi setelah pihak sekolah tak mampu lagi menghentikan kegiatannya memalak dan memukuli temannya di sekolah.

Pihak sekolah pun sudah meminta Nurhayati, orang tua D agar mencarikan sekolah baru bagi anaknya sebab. Guru mengaku tidak sanggup lagi mengatasi kenakalan D. D sejak Senin (12/02) pun tidak lagi turun ke sekolah.

Nurhayati yang tinggal di Jalan Pangeran Bendahara, ketika ditemui Niaga.asia  menjelaskan, anaknya tidak turun ke sekolah, selain belum mendapatkan sekolah baru, telapak kaki kanannya  sakit setelah menginjak paku. “Anak saya terinjak paku saat membantu kakeknya di pelabuhan penyeberangan,” kata Nurhayati yang sehari-hari bekerja di usaha kerajinan tenun sarung Samarinda.

Menurutnya, D ikut-ikut ke pelabuhan penyeberangan membantu kakeknya mencari penumpang yang akan menyeberang ke Pasar Pagi Samarinda. “D menginjak paku di lantai jembatan,” ungkapnya.

Nurhayati menerangkan, anaknya masih ingin bersekolah. Ia juga membenarkan selama ini hanya sanggup memberi sangu (uang belanja) untuk D di sekolah hanya Rp2.000 sedangkan D meminta Rp5.000 per hari. “Saya ini hidup sendiri dan mencari uang sendiri untuk anak saya. Saya bekerja menenun benang untuk jadi sarung,” kata Nurhayati sedih. Ia juga mengaku bingung mencarikan sekolah baru bagi anaknya, padahal sudah berjanji ke anaknya akan mencarikan sekolah.

Kepala SDN 002 Samarinda Seberang, Erni Suhartini ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebelum meminta orang tua D mencarikan sekolah baru, D sudah dibina dengan cara memisahkannya dari teman sekelasnya agar tidak lagi meminta uang dan memukul. “D belajar di ruang guru, tapi ketika guru lengah D kembali berulah,” katanya.

Erni juga menepis pihak sekolah mengeluarkan D dari sekolah. “Kami guru hanya meminta kalau D mau tetap bersekolah, orang tuanya (Nurhayati) diminta membantu  atau bekerja sama agar D tidak lagi meminta uang teman-temannya dan atau main pukul terhadap temannya,” ujar Erni. “Kalau luka di telapak kakinya sudah sembuh, silakan masuk sekolah lagi,” tambahnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *