aa
Syafruddin.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Dana lanjutan untuk menyelesaikan bangunan mushola di dalam Komplek Sekretariat DPRD Kaltim di APBD Murni Kaltim Tahun Anggaran 2019 sudah dialokasikan Rp1,5 miliar, dari itu DPRD Kaltim berharap lelang pekerjaan lanjutannya di ULP (Unit Layanan Pengadaan) Barang dan Jasa Pemprov Kaltim diprioritaskan.

“Saya berpikir lelang lanjutan pekerjaan mushola sudah tuntas dan kontraktor sudah bekerja di lapangan,” kata Syafruddin, anggota Komisi III DPRD Kaltim  yang megaku tidak rutin memantau pekerjaan mushola tersebut karena banyak berada di lapangan di Balikpapan.

Menurutnya, terjadi miskomunikasi dalam, dari Rp5 miliar yang diajukan Bidang Bidang Cipta Karya Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat Kaltim di APBD 2018, hanya Rp2,5 miliar bisa dialokasikan. Kemudian, Dewan minta dilakukan review atas item pekerjaan dan material mushola, maka diputuskan rehab mushola itu Rp4 miliar, “Tahun ini disediakan Rp2,5 untuk menggenapi hingga selesai 100%, mushola bisa digunakan,” ungkap Syarifuddin.

aa
Tidak selesai tepat waktu, sudah 10 bulan Mushola DPRD Kaltim tak bisa digunakan. (Foto Intoniswan)

Disebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari staf Bidang Cipta Karya, pekerjaan lanjutan belum bisa dimulai karena masih antri dilelang di ULP. Proses lelang tidak bisa cepat karena keterbatasn personil di ULP. “Meski demikian, kami di Dewan berharap didahulukan untuk dilelang,” ujarnya.

Syarifuddin mengatakan, ia minta lelang diprioritaskan agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan dan cepat selesai, mushola bisa digunakan. “Sekarang kalau ada rapat-rapat paripurna, kalau ada undangan yang mau sholat dzuhur tidak ada tempat sholat,” katanya. Kalau melihat sisa pekerjaan rehab mushola itu tak makan waktu lama, karena tinggal finishing dan memasang dau-daun jendela, serta interior.(001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *