aa
Grafis Infopubdok Kaltara

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Berdasar laporan dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara, realisasi investasi di Kaltara selama 2019 mencapai Rp 6,226 triliun atau 100 persen dari target sebesar Rp 6 triliun.

Tak hanya realisasi investasi, untuk capaian rencana investasi 2019 juga telah melebihi target di  RPJMD sebesar Rp 9,810 triliun, realisasinya sebesar Rp 31,262 triliun. Seluruh capaian tersebut, berasal dari dua penanaman modal yakni Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Target realisasi investasi 2019 diperoleh dari hasil analisa realisasi investasi pada 2018. Di mana, saat itu capaian realisasi investasi mencapai Rp 2,26 triliun, sehingga pada 2019 dinaikkan targetnya menjadi Rp 6 triliun,” kata Gubernur Kaltara, Dr H Irianto dalam penjelasannya, Sabtu (18/1/20)

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi asumsi menaikkan target realisasi investasi pada 2019. Pertama, terkait dengan program prioritas pembangunan yang ada di Kaltara.  Hal tersebut memberikan multiplier effect yang sangat kuat dalam rangka masuknya investasi.

“Di antaranya, program prioritas pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI), Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan,” kata gubernur.

Sejalan dengan membaiknya progress investasi, angka kemiskinan di Kaltara juga menunjukkan persentase penurunan.  Sesuai data BPS, angka kemiskinan di Kaltara sebanyak 48,61 ribu jiwa atau 6,49 persen dari total jumlah penduduk ada penurunan 0,14 persen dibanding pada penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 48,78 ribu jiwa (6,63 persen).

“Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan, sebab, selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan pengentasan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Gubernur mengatakan, angka kemiskinan ini, dipengaruhi oleh membaiknya iklim investasi. Di mana, investasi yang sudah terealisasi mampu menyerap tenaga kerja lokal yang ada. “Sesuai data DPMPTSP Kaltara, jumlah tenaga kerja lokal baik di sektor PMDN maupun PMA masih jauh lebih besar ketimbang tenaga kerja asing,” pungkasnya. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *