aa
Grafis Infopubdok Kaltara

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga memberikan perhatian untuk pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) bersinergi  dengan Pemerintah Pusat.

“Tahun 2020 ini  ada program pelatihan untuk pelaku IKM yang pendanaannya dari APBN sebesar  Rp 1,4 miliar,” ungkap Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, Senin (13/1).

Pemerintah memberikan dana untuk melakukan pelatihan kepada para pelaku usaha IKM. Setelah diberi pelatihan, akan dilakukan verifikasi. Ini selaras dengan program pemerintah yang fokus dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Dalam penyelenggaraan pelatihan, khususnya di bidang industri, kita bersinergi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini, pelatihan digelar oleh pemerintah provinsi.,” terang gubernur. Peserta pelatihan  yang dinyatakan lulus atau kompeten akan mendapatkan sertifikasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Menurut gubernur, program pelatihan untuk IKM sudah berjalan sejak 2016, dan berlanjut hingga tahun ini. Jumlah bantuannya pun meningkat setiap tahun, yang dimulai sejak 2016 senilai Rp 860,3 juta hingga Rp 1,4 miliar pada 2020 ini.

Selain pengembangan IKM, pada 2020, melalui Disperindagkop-UMKM Kaltara juga akan memfasilitasi bantuan permodalan bagi pelaku usaha. Terkhusus bagi Wira Usaha Pemula (WUP) di Kaltara.  “Kemudian ada bantuan permodalan melalui dana bergulir dari LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM. Besarnya Rp 100 miliar,” ungkap gubernur.

Bagi Koperasi dan UMKM yang ingin mengajukan bantuan permodalan, bisa berkoordinasi dengan Disperindagkop Kabupaten/Kota yang nanti akan diteruskan ke Disperindagkop provinsi. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *