aa
Kepala Dikbud Nunukan, H Junaidi. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Nunukan terkena mutasi. Dasar pemutasian mereka adalah Peraturan Kementerian Pendidikan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2014 tentang penugasan  kepala sekolahn (Kepsek) berpendidikan stara satu atau S1 dan memiliki sertifikasi pendidik menyebabkan sejumlah sekolah harus melakukan pergantian kepala sekolah.

“Permintaan pergantian kepala sekolah telah diajukan tanggal 18 Maret dan 9 April,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan H. Junaidi, Rabu (11/04/2019). Junaidi menerangkan, dalam surat edaran Kementerian Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) mensyaratkan bahwa setiap Kepsek harus berpendidikan S1 dengan masa kerja 6 tahun dan memiliki jenjang kepangkatan IIIc.

Selain itu, sertifikat pendidikan menjadi syarat menduduki jabatan Kepsek, namun untuk sekolah yang berada di daerah pedesaan terpencil, terdalam dan terisolasi (3T) diperbolehkan Kepsek berijazah diploma D3 dan berpangkat IIIb. “Kategori daerah khusus 3T meliputi, desa-desa di Sei Menggaris, Krayan, Lumbis Ogong dan Lumbis. Sekolah-sekolah disana belum semuanya memiliki guru berijazah S1,” ujarnya.

Akibat dari penerapan aturan ini, sejumlah sekolah diluar kecamatan luar Nunukan harus dilakukan pergantian Kepsek hanya saja proses pergantian belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu persetujuan Baperjakat Nunukan.

Untuk mengatasi kekosongan kepala sekolah, Disdikbud Nunukan saat ini menunjuk beberapa orang sebagai PLT dengan tugas terbatas, mereka tidak diperkenankan menandatangani sejumlah berkas sekolah yang sifatnya penting. “Ada sekitar 9 kepala sekolah di ganti, kami minta Beperjakat melalukan pelantikan sebelum sekolah- sekolah itu mengeluarkan ijazah kelulusan murid,” kata Junaidi.

Janaidi menambahkan, saat ini pejabat Kepsek sangat diperlukan mengingat untuk menandatangi ijazah kelulusan siswa, setidaknya akhir bulan April pelantikan telah harus dilakukan, belum lagi kepala sekolah harus menandatangai beberapa berkas penting guru. “Ijazah kelulusan anak-anak harus segera di tandatangani, makanya tolong dipercepat pelantikan kepala sekolah,” tuturnya.  Penerapan surat edaran Dirjen GTK tidak berpengaruh terhadap sekolah-sekolah di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, sekolah di pulau ini telah berjalan sebagaimana Permendikbud Nomor 6 tahun 2014.

Kepsek ataupun tenaga pengajar di sekolah Nunukan dan Sebatik berpendidikan stara satu dan rata-rata mereka memiliki sertifikasi pengajar, guru dengan berpendidikan SMA dan DII telah diminta untuk melanjutkan kejenjang pendidikan stara satu. “Ada juga guru SMA dan DIII di Nunukan dan Sebatik, mereka ini dalam masa pendidikan stara satu universitas terbuka,” beber Junaidi. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *