aa
Andi Lilis saat menolak lapak jualannya digusur oleh tim gabungan Kota Bontang. (Foto Ismail)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Tim Gabungan Pemkot Bontang akhirnya menertibkan 118 pedagang yang masih membandel dan bejualan di atas trotoar Jalan KS Tubun. Penertiban sendiri dilakukan mengingat sudah dilayangkannya surat himbauan ke tiga kepada para pedagang pada 6 September lalu.

Andi Lilis salah seorang pedagang pisang tak terima jika lapak jualannya digeser oleh petugas, al hasil Ia pun langsung memaki-maki para petugas serta menghalangi petugas yang ingin membongkar lapak miliknya. Walaupun sempat terjadi adu mulut, namun petugas memilih mundur demi menjaga kondusifitas di lokasi mengingat saat dilaksanakan penertiban arus lalulintas mulai ramai. “Kenapa sih pemerintah ini ganggu rakyat kecil aja, tidak bisa kah kita dibiarkan mencari rejeki yang halal, kalau mau kami tertib cepat-cepat bangun itu pasar jangan dibiarkan begitu aja,” teriaknya kepada para petugas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satua Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang, Ibnu Gunawan memerintahkan para personil untuk mundur sembari memberikan peringatan kepada pedagang tersebut untuk membongkar lapaknya hingga Rabu (12/9) esok. “Kami beriwaktu hingga rabu, kalau tidak tim kami akan bongkar paksa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Disprindakop Kota Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan bahwa. Kegiatan penertiban ini sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mengingat surat pemberitahuan sudah dilayangkan sebanyak tiga kali. “Tim Kota akan selalu stenby dekat pasar sembari memantau para pedagang yang masih membandel berjualan,” terangnya. (005)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *