AA

Tambang batubara liar di Makroman, Kecamatan Sambutan yang menimbun dua alat berat dan dua operatornya hari Minggu (30/6/2019) di Sambutan diduga di atas tanah milik Pemkot Samarinda. (Foto: NIAGA.ASIA)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Tambang Batubara liar alias illegal di Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda diduga berada di atas tanah milik Pemerintah Kota Samarinda. Tambang liar tersebut, dikabarkan, Minggu (30/6/2019) mengalami bencana, sehingga dua alat berat dan dua orang operatornya ikut tewas tertimbun tanah.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Niaga.Asia di sekit lokasi kejadian, warga menyebut aktivitas tambang tersebut di atas tanah milik Pemkot Samarinda yang dibebaskan dari masyarakat beberapa tahun lalu. Tanah Pemkot itu, sebagian sudah ada yang dimanfaatkan, yakni dihibahkan Pemkot Samarinda ke Kodam VI/Mulawarman untuk perumahan Detasemen Zipur. “Rumahnya sendiri sudah selesai,” kata warga bernama Ahmad. “Tambang yang makan korban itu ya di sekitar perumahan Zipur itu,” katanya.

Sumber lain menyebut luas tanah Pemkot di Kecamatan Sambutan ada beberapa bidang dengan luas keseluruhan sekitar 80 hektar. Karena di tanah tersebut tidak ada papan pengumuman tanah tersebut milik Pemkot dan luasannya, maka ada oknum yang menyerobot, dan mengambil batubara di tanah tersebut. “Tanah Pemkot di Sambutan itu sudah ada yang rusak akibat galian batubara liar dan meninggalkan kolam-kolam juga,” katanya.

Batubara hasil tambang di tanah Pemkot tersebut dikumpulkan dan ditambung oleh perusahaan resmi salah satu, PKP2B. Oknum penggali batubara di tanah Pemkot tersebut disebut-sebut Ahmad adalah Harso ditambah satu orang lagi dari unsur ketua partai politik. “Aktivitas penambangan batubara di tanah Pemkot sudah berlangsung 6 bulan lebih,” kata Ahmad.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Toni Suhartono belum memberikaan konfirmasi atas dugaan adanya aktifitas tambang liar di tanah Pemkot tersebut. Pertanyaan yang disampaikan Niaga.Asia melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan belum dijawabnya.

Atas bencana tambang di Sambutan tersebut, wartawan Niaga.Asia dan wartawan lainnya saat ini sedang menunggu penjelasan resmi dari pihak Polresta Samarinda, karena kejadian tersebut juga sudah diketahui Polisi sejak hari Minggu. (001)

Artikel ini belum lengkap dan akan terus diperbaharui

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *