Tanaman hidroponik yang dikembangkan di kota Bontang. (Foto : istimewa)

BONTANG.NIAGA.ASIA – Keterbatasan lahan pertanian di Kota Bontang, menjadi kendala guna memenuhi swasembada pangan di Kota Bontang. Demikian dikatakan Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Ali Akbar, Kamis (7/11) siang.

Ali menerangkan, saat ini lahan yang dimiliki untuk lahan pertanian hanya seluas 13 hektare. Dengan luas tersebut, menurutnya belum mencukupi standar yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, dalam memenuhi berswasembada pangan.

“Sebenarnya lahan tersebut sangat kurang. Jadi kami melakukan inovasi dengan mengoptimalkan pekarangan rumah warga, dengan tanaman hidroponik,” kata Ali.

Dia menerangkan, kendala yang paling terlihat yakni ketidakmampuan penyediaan lahan secara terpadu. Dimana, saat ini hanya memiliki lahan kurang lebih 50 hektare, dengan bantuan dengan kemampuan produksi dapat menghasilkan 4 ton per hektar untuk sekali panen.

“Dengan lahan tersebut masih belum dapat memenuhi swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga kami juga melakukan impor, untuk memenuhi kebutuhan pangan di Bontang,” ungkapnya. (005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *