Bantuan APD saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan. (Foto : Humas Prov Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah pusat mulai mendistribusikan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke daerah, yang sedang menangani kasus pasien dalam pengawasan (PDP), maupun kasus positif virus Corona (Covid-19). Provinsi Kaltim pun ikut kebagian.

Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dalam penjelasan resmi hari ini, sedikitnya ada 4 gelombang distribusi bantuan, yang tiba di Kalimantan Timur, mulai 14 Maret 2020 lalu.

“Pada 14 Maret, APD terdiri 1 set sebanyak 30 set, sudah kami terima (dari pemerintah pusat), dan didistribusikan ke rumah sakit dan dinas di kabupaten kota,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, di kantornya, Kamis (26/3) sore.

Bantuan dari pemerintah pusat (foto : Humas Provinsi Kaltim)

Ishak menerangkan, berikutnya 24 Maret 2020, Kaltim juga kebagian APD set lengkap berjumlah 60 pcs, dan baju 250 pcs, juga masker bedah 120 boks dimana tiap boks berisi 50 masker.

“Sudah didistribusikan semua kemarin ke rumah sakit rujukan (penanganan Covid-19) semua kemarin, dan juga ke Dinkes,” ungkap Ishak.

Berikutnya, Rabu (25/3) kemarin, Kaltim juga terima bantuan dari Gugus Tugas sebanyak 2.000 pcs baju. “Sebagian sudah didistribusi. Utamanya di rumah sakit rujukan, dan Dinkes yang menangani pasien PDP dan positif,” sebut Ishak.

“Terakhir, kami juga menerima Rapid Test 120 boks masing-masing berisi 20 tester. Jadi total ada 2.400 rapid test yang kami terima,” beber Ishak.

Pendistribusian bantuan (foto : Humas Provinsi Kaltim)

Namun demikian, Ishak menjelaskan, soal alat rapid test, untuk memeriksa cepat terkait antibodi, bukan sebagai alat diagnosa Covid-19. “Ini sifatnya skrining awal, apakah sudah terpapar atau tidak,” tambah Ishak.

“Kalau hasil positif, belum memastikan benar itu positif. Jadi hasil rapid test sebagai langkah awal untuk tahu sejauh mana tingkat sebaran. Perlu hati-hati,” tegas Ishak.

“Bahwa hasil positif, bahwa tubuh ada antibodi karena masuknya virus. Itu harus uji VCR di lab untuk memastikan lagi. Kalau hasil negatif, mesti diambil sampel ulang 7-10 hari kedepan, dan kembali diperiksa,” jelasnya lagi.

Masih ditambahkan Ishak, Rapid Test ditujukan bagi petugas medis yang menangani kasus positif di rumah sakit rujukan, serta bagi keluarga pasien. “Untuk di Kaltim, tidak ada terjadi dari transmisi lokal dari kasus positif,” tutup Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *