
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara menutup masa tanggap darurat bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Lumbis, Kecamatan Lumbis Ogong dan Kecamatan Sembakung pada bulan Januari dan Februari lalu.
“Saat ini kondisi kondisi wilayah sudah berangsur membaik ditandai dengan normalnya kehidupan masyarakat,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Nunukan, Yunus Randa Layuk, Selasa (10/03/2026).
Penerapan masa tanggap darurat banjir diawali dengan penanganan intensif terhadap seluruh wilayah terdampak dan disertai oleh penyaluran bantuan tambahan logistik bagi korban banjir ditiga kecamatan.
Selama masa tanggap darurat berlangsung, BPBD Nunukan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, relawan serta masyarakat telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemantauan kondisi banjir hingga evakuasi warga,.
“Kami juga mendirikan pos lapangan untuk memudahkan pemantauan dan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.
Beberapa kebutuhan dan kelengkapan dasar bagi masyarakat telah disalurkan ke masing-masing kecamatan terdampak banjir. petugas BPBD juga intens melaksanakan sosialisasi dan himbauan untuk kewaspadaan dini kemungkinan banjir semakin parah.
Meskipun status tanggap darurat telah berakhir, BPBD tetap melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan kondisi masyarakat benar-benar pulih.
“Penutupan masa tanggap darurat bukan berarti penanganan berhenti, kami akan melanjutkan tahap pemulihan termasuk himbauan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak,” tuturnya.
Dari pantauan petugas di lapangan, aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, pelayanan kesehatan, pendidikan dan perdagangan mulai putih meski dampak banjir tetap menimbulkan kerusakan di beberapa tempat.
BPBD Nunukan mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat selama proses penanganan bencana banjir mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang bahu-membahu memulihkan kondisi wilayahnya.
“Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat bekerja bersama dalam penanganan banjir ini. Sinergi dan solidaritas menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi kebencanaan,” tambahnya.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, BPBD Nunukan sesuai perintah Bupati Nunukan diminta untuk melanjutkan upaya penanganan rehabilitasi penduduk dan pendataan fasilitas umum dan lingkungan masyarakat yang terdampak banjir.
Kami himbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, segera berkoordinasi dengan aparat setempat apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” tutupnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: Banjir