Wagub Hadi Mulyadi saat diwawancarai wartawan, Selasa (11/6). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kalimantan Timur segera merumuskan cara meminimalisir banjir luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus, yang masih merendam ribuan rumah di 3 kecamatan di Samarinda sampai hari ini. APBD Kaltim 2020 bakal fokus tangani banjir itu.

“Pemerintah dalam hal ini, melakukan penanganan sementara. Kita akan berpikir, menyusun tindakan komprehensif jangka panjang,” kata Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, usai mengecek lokasi banjir di kelurahan Gunung Lingai, Selasa (11/6).

Hadi menerangkan, di 2020, penyusunan APBD Kaltim diantaranya ikut fokus menanggulangi banjir Samarinda. “Iya, saya kira begitu (skala prioritas di 2020). Semua SKPD merumuskan,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, penanggulangan banjir tidak hanya menormalisasi DAS SKM. “Normalisasi saja tidak cukup. Tapi juga drainase, eksplorasi batubara dikendalikan, masalah Bendungan Benanga kapasitasnya tinggal sepertiga, juga sampah yang berton-ton,” tambah Hadi.

Hadi menggarisbawahi, soal nornalisasi SKM, tidak mungkin dibiayai Pemprov Kaltim seorang diri. “Tapi juga daerah atau pemerintah kota, hingga pemerintah pusat,” terang Hadi.

Di sela tinjauan dia, warga terdampak banjir yang memilih bertahan di rumahnya, terpenting memerlukan bantuan berupa obat-obatan, dan makanan “Seperti berupa salep juga dan untuk kesehatan,” demikian Hadi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *