aa
Ketua Tim Penggerak PKK Hj Sri Juniarsih Muharram pada pembukaan Seminar Kesehatan “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test dan Kanker Payudara Dengan Sadari” yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau baru baru ini di Balai Mufakat Tanjung Redeb.

TANJUNG REDEB NIAGA.ASIA-Tantangan kesehatan saat ini, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular seperti kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya.

Berdasarkan Data GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC), diketahui bahwa tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Sri Juniarsih Muharram pada pembukaan Seminar Kesehatan “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test dan Kanker Payudara Dengan Sadari” yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau baru baru ini di Balai Mufakat Tanjung Redeb.

Seminar kesehatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang Ke-55 yang dilaksanakan setiap tanggal 12 November mendatang. Tema HKN ke-55 tahun 2019 adalah “Generasi Sehat, Indonesia Unggul”.

Pada momentum ini diharapkan sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa; masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta  berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif.

Dipaparkan Sri Juniarsih bahwa Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (2005–2024) menetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat Kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan Preventif dan Promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan.

“Berdasarkan data BPJS sampai dengan triwulan ketiga tahun 2016, kanker menghabiskan biaya sebesar 2.2 triliun. Meningkat dari tahun 2015, dimana hingga Bulan Juni tahun 2017 kanker telah menghabiskan biaya 6.3 triliun,” katanya.

Dalam mengatasi hal ini, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu, yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.

Pada seminar “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test Dan Kanker Payudara Dengan Sadari”,  istri Bupati Berau ini berharap agar kiranya kita dapat meningkatkan tekad dan semangat kita semua, untuk lebih peduli terhadap kesehatan kita dan keluarga.

Disamping itu juga, sebagai kader kesehatan kita memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, dalam pencapaian derajat kesehatan.

Disebutkan Sri Juniarsih bahwa kader kesehatan merupakan pilar utama penggerak pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Mereka secara swadaya dilibatkan oleh puskesmas dalam kegiatan pelayanan kesehatan desa sehingga kader posyandu yang berada di sekitar masyarakat wajib mempunyai bekal tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap kesehatan yang terjadi di kalangan masyarakat.

Sementara itu Seminar kesehatan ini diikuti Kader Posyandu dari 5 puskesmas yakni Puskesmas Tanjung Redeb, Bugis, Sambaliung, Gunung Tabur dan Puskesmas Teluk Bayur. Dan peserta dari PKK Kabupaten Berau. Adapun pemateri yang dihadirkan dari RSUD Abdul Rivai Drg Eka Hadiwijaya  dan dari RSUD Wahab Syahrani dr Andriansyh SpGO (K) . (adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *