aa
BPBD menyiapkan 9 titik pengungsian karena Tarakan berpotensi terjadi gempa dan tsunami (foto: IST)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan sedang menyiapkan sembilan titik pengungsian untuk mengantisipasi terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Hal ini mengingat wilayah Tarakan secara geografis berada pada posisi yang berdekatan dengan sesar Palu Koro, yang merupakan salah satu patahan lempeng bumi.

“Jadi cukup rentan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Tarakan. Hal ini kita ketahui setelah ada kejadian di Palu dan sekitarnya. Makanya kita siapkan 9 titik pengungsian,” kata Kepala BPBD Tarakan, Abdul Azis. Sembilan titik disiapkan itu berada di Universitas Borneo Tarakan, STIE Bulungan Tarakan, Stadion Datu Adil, Gunung Selatan, Lapangan Golf, dan sisanya berada di Kecamatan Tarakan Utara.

Menurut sejarah, lanjut Abdul Azis, Tarakan pernah diguncang gempa dengan kekuatan 7,1 skala rickhter (sr). Oleh karena itu BPBD menghimbau masyarakat tetap waspada, apalagi beberapa tahun lalu juga pernah diguncang gempa dengan kekuatan 6,1 sr.

“Kami sudah menyusun rencana kontijensi kalau terjadi gempa dan tsunami, meskipun ketinggianya hanya diperkirakan tidak lebih dari 60 centimeter tetapi ini berbeda dengan gelombang biasa. Karena kalau tsunami tekanan doronganya besar dan bisa membawa material, hingga membuat kerusakan parah,” ucapnya.

Dalam rencana kontijensi BPBD sudah memperkirakan kebutuhan beras, BBM, air bersih, dan kebutuhan lainya saat terjadi bencana. Selain itu, ada juga hitungan berapa warga yang bakal terdampak, sehingga langkah tanggap darurat bisa cepat dilakukan. “Kita tinggal melakukan praktik, perlu simulasi dan perlu biaya,” urainya. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *