
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Banyaknya kios yang belum beroperasi di Pasar Tangga Arung Square jalan Maduningrat menjadi tantangan serius bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dari Pasar Tangga Arung Square Rp1,35 miliar/tahun.
Pasalnya kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah, pihaknya telah mendapatkan target setoran PAD sebesar Rp1,35 miliar.
Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 yang lalu, Disperindag Kukar hanya ditargetkan menyetor Rp800 juta, namun realisasinya justru melampaui target hingga mencapai Rp1,7 miliar.
“Tahun ini target kita naik, jadi Rp1,35 miliar. Prognosis kita memang naik,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Namun lanjutnya, kondisi di lapangan belum sepenuhnya mendukung. Dari total 703 kios yang tersedia di Pasar Tangga Arung Square, masih banyak yang belum dibuka dan belum difungsikan oleh pedagang. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, Sayid menilai akan berdampak langsung pada kemampuan Disperindag dalam memenuhi setoran PAD.
“Kalau kita biarkan kios kosong, sementara kami tetap ditagih setor Rp1,35 miliar, ya kami pakai apa bayarnya. Sementara kami ditagih, mana setoranmu,” jelasnya.
Sayid mengaku berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, pemerintah memahami kondisi ekonomi pedagang yang belum sepenuhnya pulih. Namun di sisi lain, Disperindag tetap memiliki kewajiban menyetor PAD sesuai target yang telah ditetapkan.
“Inilah saya mohon maaf juga kepada para pedagang. Saya dihadapkan pada situasi yang sulit. Mau dibiarkan, kami ada target. Mau ditagih, pedagang punya alasan masing-masing. Kondisi memang belum baik-baik saja, tapi kita harus optimis dan berusaha,” terangnya.
Apabila memang ada pedagang yang merasa tidak mampu lagi berjualan dan memilih untuk menutup kios dalam jangka panjang, Sayid menegaskan bahwa pemerintah membuka opsi pengembalian kios.
“Kalau pedagang itu legowo, bilang saja tidak sanggup berjualan, ya sudah diserahkan ke pemerintah. Supaya bisa dimanfaatkan pihak lain yang mau berjualan,” tegasnya.
Sayid menyebut, sebenarnya potensi PAD dari Pasar Tangga Arung Square sangat besar jika seluruh kios terisi dan beroperasi. Dengan skema retribusi yang berlaku, pendapatan dari pasar modern tersebut bahkan bisa mencapai sekitar Rp3 miliar per tahun, jauh melampaui target yang dibebankan kepada Disperindag.
“Kalau 703 kios itu terisi semua, tinggal kita kalikan saja satu kios Rp2.000 dikali luasnya. Kemarin hitungannya itu sekitar Rp3 miliaran setahun. Aman sebenarnya target kami, bahkan melebihi target,” bebernya.
Ia berharap seluruh pedagang dapat segera memanfaatkan kios yang telah disediakan, sehingga aktivitas pasar kembali hidup dan potensi PAD daerah dapat tercapai secara optimal.
“Harapan kita kios itu bisa dimanfaatkan secepatnya,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: PAD KukarPasar Tangga Arung