Target Peremajaan Tanaman Lada di Berau Terealisir 100 Persen

Disbun Berau menyediakan bibit lada untuk peremajaan tanaman yang sudah tua di Merancang Ilir dan Merancang Ulu. (Foto Disbun Berau)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Target Dinas Perkebunan (Disbun) Berau meremajakan 80 ribu tanaman lada tahun 2020 terealisir 100 persen.

Program yang dibiayai dari APBN dan APBD Provinsi Kaltim ini, telah meremajakan lahan seluas 100 hektare di Merancang Ulu dan lahan seluas 70 hektare di Merancang Ilir.

Disbun Berau membantu petani agar kembali produktif dengan program rehabilitasi dan peremajaan, agar  produksi tanaman lada meningkat lagi.

“Peremajaan di Merancang Ulu, satu hektare dibantu 800 pohon lada. Artinya peremajaan 80 ribu pohon. Peremajaan dilakukan karena usia tanaman yang sudah tua, tingkat produksinya juga berkurang,” jelas Kepala Seksi Rehabilitasi dan Peremajaan Disbun Berau, Joko Suhartono.

Produksi tanaman lada di Berau berdasarkan rekapitulasi per September 2020 sebesar 53,5 ton biji kering, dengan luas areal tanam lada 2.568 hektar. Sedangkan harga lada ditingkat lokal bervariasi antara  Rp 30 ribu per kilogramnya  hingga i Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram.

Tentang kegiatan serupa tahun 2021. Joko mengatakan volume kegiatan akan berkurang karena faktor keuangan daerah, sehingga di APBD Berau hanya tersedia anggaran hanya berkisar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar saja.

“Jika tahun ini Rp 7 miliar, kemungkinan anggaran Disbun Berau hanya Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar. Itupun dibagi pada tiga bidang untuk berapa program yang dijalankan,” paparnya.

Sebelumnya, empat kelompok tani yang mengelola kebun lada di dua kecamatan tersebut, mengajukan permintaan bantuan untuk 400 hektare. Namun, yang disetujui hanya 200 hektare. Karena adanya pandemi COVID-19, yang disepakati berkurang hanya 100 hektare. (dw/mel/adv)

Tag: