aa
Presiden saat mengunjungi destinasi wisata premium Danau Toba tahun 2019.

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Pandemi COVID -19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia di mana isu health, hygiene, serta safety (dan) security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan itu dalam Rapat Terbatas (melalui Video Conference) mengenai Tatanan Normal Baru di Sektor Pariwisata yang Produktif dan Aman COVID-19, 28 Mei 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, lanjut Presiden, referensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour, dan termasuk juga di dalamnya virtual tourism serta staycation. Karena itu, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus betul-betul mengantisipasi terjadinya perubahan tren ini dan kita harus betul-betul bisa mencium perubahannya ke arah mana.

“ Oleh sebab itu, sehabis pandemi ini kita harus melakukan inovasi, melakukan perbaikan-perbaikan sehingga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan besar nanti akan terjadi di dunia pariwisata global,” ujarnya.

Kemudian, karena isu utamanya  adalah keselamatan dan kesehatan, maka  protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata betul-betul harus menjawab isu utama tadi. Mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasinya, di sisi hotelnya, di sisi restorannya, dan juga di area-area wisata yang dimiliki.

“Dan sebagai perbandingan, saya minta lihat benchmark di negara lain yang sudah juga saya melihat menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata,” kata Presiden lagi.

Menurut Presiden, betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru, menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata. Dan perlunya sosialisasi yang masif, diikuti uji coba, diikuti simulasi-simulasi dan juga perlunya dimulai sekarang ini pengawasan, agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan.

“Karena ini risikonya besar, begitu ada imported case kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk itu akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi. Oleh sebab itu, betul-betul harus dihitung, dikalkulasi betul, lapangannya harus di manajemen pengawasannya betul-betul dilaksanakan betul,” tegasnya.

Kemudian, juga harus siapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata kita di era new normal ini. Perlu fokus terlebih dahulu untuk mendorong pariwisata domestik/wisatawan domestik. Dan untuk itu,  Presiden  minta diidentifikasi daerah-daerah wisata, daerah-daerah tujuan destinasi wisata yang memiliki R0 di bawah 1, Rt-nya di bawah 1. Sehingga betul-betul secara bertahap bisa membuka sektor pariwisata, tetapi sekali lagi dengan pengendalian protokol yang ketat.

“Saya minta Menteri Pariwisata menyiapkan program promosi berwisata di dalam negeri yang aman COVID-19, termasuk menggencarkan promosi produk-produk lokal dan atraksi pariwisatanya. Tetapi sekali lagi, tolong ini lapangannya diikuti dengan ketat sebelum kita membuka, sehingga wisatawan, baik domestik maupun luar bisa berwisata dengan aman dan masyarakat bisa produktif, terutamanya bagi pelaku pariwisata,” kata Presiden memberi instruksi.

“Mengenai waktunya kapan, ini betul-betul tolong tidak usah tergesa-gesa, tetapi tahapan-tahapan yang tadi saya sampaikan dilalui dan dikontrol dengan baik,” pungkasnya. (*/001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *