Tersangka Alan kini meringkuk di penjara Polresta Samarinda. Alan yang tercatat sebagai warga Bontang itu ditangkap di Kaliorang, Kutai Timur, Kamis (12/3). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Polisi meringkus Ade Alan Darmawan (34), karyawan perusahaan sawit di Kaliorang, Kutai Timur, terduga pemerkosa dan penganiaya LA (28), warga Samarinda, di sebuah hotel di Samarinda. Gara-garanya, dia sakit hati LA punya pacar baru.

“Kami amankan pelaku di Kaliorang, Kutai Timur hari Rabu (11/3),” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, Kamis (12/3).

Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (19/2) pagi, di sebuah hotel di kawasan Jalan Pelita, Samarinda. Sehari sebelumnya, pelaku dan korban menginap di hotel itu.

“Sebelumnya, pelaku dan korban ini pacaran. Pelaku mau ngobrol lagi (ngajak balikan), dan akhirnya diajak ke hotel. Korban dirayu, dan terjadi persetubuhan,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, dalam penjelasan dia, Kamis (12/3).

Keesokan hari, Rabu (19/2) pagi, korban menerima pesan di ponselnya. “Pelaku emosi karena setelah HP korban dia buka, melihat itu pesan dari laki-laki lain, pacar baru korban,” ujar Damus.

Barang bukti antara lain sepatu safety yang digunakan untuk menendang korban. (Foto : Niaga Asia)

“Keduanya cekcok di kamar hotel. Korban dianiaya pelaku menggunakan kaki, pakai sepatu safety. Korban ditendang, dipukuli di kepala dan di badan, sampai lebam,” tambah Damus.

Tidak sampai di situ, pelaku menebar ancaman kepada korban, akan menyebar video adegan persetubuhannya, kalau korban melapor. “Setelah itu, pelaku mengambil dompet, sim card HP, dan kartu atm korban, kemudian pergi dari hotel,” ungkap Damus.

Korban pun terbayang-bayang ancaman Alan. Dua pekan kemudian, dia memberanikan diri melapor ke Polresta Samarinda. “Kami amankan di Kaliorang, kami bawa ke kantor. Motifnya, pelaku sakit hati, karena masih berharap berhubungan dengan korban,” terang Damus.

Barang-barang milik korban yang dibawa pelaku, berikut sepasang sepatu safety, jadi barang bukti. “Sementara kita terapkan pasal pemerasan, dan penganiayaan terhadap pelaku. Jadi, keluarga korban sempat akan mencari sendiri pelaku, kalau pelaku belum tertangkap,” demikian Damus. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *