Tekan Corona Usai Liburan Natal & Tahun Baru, Balik ke Kaltim Bakal Diuji Swab

Petugas saat mengambil swab tenggorok pekerja di area Bandara APT Pranoto, Selasa (30/6), untuk diperiksa di laboratorium PCR. (Foto : Bandara APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kalimantan Timur menyiapkan aturan wajib uji swab, bagi siapapun yang datang ke Kalimantan Timur, usai berlibur dari daerah lain, pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Tujuannya, untuk menekan kenaikan angka kasus positif Covid-19.

Telaahan aturan wajib swab itu, telah diserahkan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, ke Gubernur Isran Noor, 16 Desember 2020 lalu. Bukan hanya bagi ASN, melainkan semua masyarakat yang akan datang ke Kaltim usai libur hingga akhir tahun ini.

“Telaahan saya, sudah saya kirimkan ke Pak Gubernur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur dr Padilah Mante Runa, dikonfirmasi Niaga Asia kemarin.

Padilah menerangkan, aturan wajib swab itu bukan tanpa alasan. Sebab, momen libur cuti bersama dan libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 lalu, ikut berimbas terhadap kenaikan kasus Corona di Kaltim.

“Penularan paling besar karena kita sudah transmisi lokal. Kalau kita tidak antisipasi, penularannya akan semakin masif, dan angka kasus semakin tinggi. Saat ini, klaster keluarga masih mendominasi,” ujar Padilah.

Diterangkan Padilah, RS Karantina berkapasitas 244 tempat tidur milik Pemprov Kaltim di gedung BPSDM di Samarinda Seberang, saat ini diisi tidak hanya dari Samarinda, melainkan juga warga Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

“Karena di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, benar-benar penuh, kemudian dikirim ke kita. Bagi pasien yang tidak mau dirawat di karantina, lanjwanti-wanti Puskesmas agar memantau ketat,” pungkas Padilah.

Hari ini, Minggu (20/12), positif Covid-19 di Kalimantan Timur sudah menembus angka 24.080 kasus. Dimana, 20.328 kasus dinyatakan sembuh. Sedangkan, angka kematian ada di angka 677 kasus, setelah bertambah 10 kasus meninggal baru, dari pasien positif Covid-19.

“Untuk kasus positif Covid-19 aktif atau pasien yang berstatus perawatan Covid-19 ada 3.075 kasus. Dengan demikian, per hari ini, rata-rata 647 orang per 100 ribu penduduk di Kalimantan terpapar Covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dikutip Minggu (20/12) sore. (006)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *