Temuan BPK di RSUD AWS, David: Pihak Ketiga Kembalikan Kemahalan Harga Obat

aa
Rumah Sakit Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (Foto RSUD AWS)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kaltim, Abdul Wahab Sjahranie, dr David Hariadi Masjhoer mengatakan, pihaknya telah dikonfirmasi oleh Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim atas temuan ketidakpatuhan pada aspek pelaksanaan pekerjaan Tahun Anggaran 2022.

“Memang apa yang  disampaikan oleh BPK itu sudah dikonfirmasikan ke kami.

Karena masalah administrasi, maka kami diminta untuk menyelesaikan kepada pihak ketiga,” kata dr David Hariadi Masjhoer menjawab Niaga.Asia, melalui pesan WhatsApp, Selasa sore (27/12/2022).

Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Kinerja dan Kepatuhan Tahun 2022 yang diserahkan Kepala Perwakilan BPK Kaltim, Agus Priyono, S.E., M.Si., Ak, CA, CSFA ke DPRD Kaltim, Senin (26/12/2022), pada RSUD A Wahab Sjahranie diterangkan, terdapat permasalahan ketidakpatuhan pada aspek pelaksanaan pekerjaan yang berdampak signifikan terhadap pengelolaan belanja, yaitu pengadaan obat dan alat kesehatan (alkes) tidak sesuai ketentuan.

“Diantaranya terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp3,33 miliar dan indikasi pemahalan harga sebesar Rp711,67 juta,” kata Agus.

Kemudian. Lanjutnya,  pada aspek indeks kepuasan pemberian pelayanan kepada pasien berdampak signifikan terhadap pelayanan kesehatan pada RSUD AWS yaitu berupa tarif dan jenis tindakan pelayanan kesehatan tidak memiliki dasar hukum dan terdapat klasifikasi tindakan medik operatif yang melebihi stndar SK Direktur.

Menurut David, pada pengadaan obat dan bahan alkes memang terjadi ketidaksesuaian seperti disampaikan BPK, karena perencanaan obat/bahan alkes yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan.

“Sedangkan indikasi kemahalan, akibat pembelian secara online, yang harga tidak di cross check,” kata David yang mengaku sedang cuti.

“Kami sdh menghubungi fihak ketiga, mereka bersedia mengembalikan kelebihan atau dipotong sisa pembayaran, paling tidak dalam 60 hari kedepan ada pembayaran cicilan dan perjanjian pengembalian,” pungkas David.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: