Petugas  kesehatan Covid 19 di PLBL Nunukan (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA,ASIA-Didukung anggaran awal besar Rp 3,6 miliar, penggunaan dana percepatan penanganan COVID -19 di Kabupaten Nunukan dipertanyakan banyak pihak. Pemkab Nunukan bahkan diminta transparan dalam penggunaan dana yang diambil dari pergeseran Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, karena sampai hari ini tenaga kesehatan membeli makan-minum pakai uang pribadi.

Sebagaai contoh, biaya makan dan ninum petugas medis dan petugas lainnya penanggulangan COVID-19 di PLBL Nunukan sejak hari pertama bertugas  hingga sekarang masih ditanggung masing-masing OPD dan pribadi petugas.

“Petugas disini tiap hari berganti, saya tidak tahu persis apakah ada bantuan uang konsumsi dari dana gugus tugas,” kata tenaga medis Puskesmas Nunukan dr, Ika Bihandayani, Senin (30/03).

Dari keterangan dan informasi teman-teman bertugas di pos PLBL Nunukan,  menurut Ika, petugas setiap hari menggunakan anggaran sendiri untuk kebutuhan makan dan minum, termasuk belanja keperluan lainnya.

Namun begitu, Ika memahami, bahwa pencairan dana gugus tugas pasti melalui tahapan yang  panjang, tahapan inilah yang mungkin masih berproses dan dalam tahap pencairan. “Semua ada proses dari pusat sampai daerah, kita memahani mekanaisme itu, saya mengartikan yang baik sajalah,” sebutnya.

Ika menuturkan, tidak masalah menggunakan dana sendiri, tapi  dia tetap berharap dari anggaran pemerintah, apalagi  Alat Pelindung Diri (ADP) petugas dilapangan yang belum semuanya ada.

Terkadang orang yang tidak mengerti berpandangan buruk dan menilai jahat.

“Kadang orang itu menilai, oh jahat tidak diperhatilan APD, ini dan itulah, apa-apa bisa diartikan baik dan buruk ya,” kata Ika.

Wakil DPRD Nunukan H. Irwan Sabri meminta Pemerintah Nunukan, transparansi dalam penggunaan dana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 dan melihat realisasi anggaran belanja dan bentuk pengadaan barang sampai hari ini belum terlihat.

“Ini anggaran bencana, transparasnsilah penggunaannya, kalau ada pembahasan anggaran lihatkan dewan,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Irwan, DPRD Nunukan tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan anggaran penanganan covid-19. Dia mengaku mengatahui ada pertemuan pembahasan anggaran itu, tapi Alhamdullah,  tidak mengetahui untuk keperluan apa saja anggaran itu.

“Kalau belum cair, percepatlah pencairan dana Covid, salurkan segera, gunakan segera membeli kebutuhan penanganan virus,” sebutnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *