Tenggelam 5 Hari di Mahakam, Begini Cara Mengenali Jenazah Al Fayed

Rubber Boat Basarnas berisikan tim SAR gabungan didampingi speedboat TNI AL Pos Anggana, saat membawa jenazah Al Fayed ke dermaga pos SAR gabungan di Jalan RE Martadinata Samarinda, Jumat (22/1) sore. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Muhammad Al Fayed (19), pemuda yang tenggelam di Sungai Mahakam di Samarinda, akhirnya ditemukan kondisi meninggal. Jenazahnya sulit dikenali. Namun dari properti yang dikenakan, dipastikan adalah Al Fayed, yang dicari 5 hari ini..

Niaga Asia berada di lokasi posko SAR gabungan, di Jalan RE Martadinata. Sejak kabar korban ditemukan sekira pukul 15.15 WITA di kawasan Palaran, keluarga Al Fayed semakin ramai berkumpul. Tidak terkecuali, masyarakat umum lainnya.

Tim SAR gabungan bergegas menuju lokasi penemuan. Tentu saja membawa kantong jenazah, lengkap dengan baju hazmat. Satu per satu, speedboat SAR gabungan kembali ke posko.

Setelah speedboat pos TNI AL Anggana tiba di dermaga pos SAR gabungan, berikutnya adalah speedboat yang membawa kantong jenazah, berisi jenazah Al Fayed. Tim SAR perlahan menurunkan jenazah.

Berita terkait :

Al Fayed, Pemuda yang Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal

Seketika tangis pecah, ketika kantong jenazah dibuka, untuk diperlihatkan kepada keluarga korban yang menunggu di jembatan dermaga pos SAR gabungan.

Terlihat, kondisi jenazah bercelana pendek itu sudah membengkak, dan beraroma tidak sedap. Tangis pun semakin menjadi, setelah mengenali jenazah dari barang yang dikenakan jenazah. Dipastikan, itu adalah Muhammad Al Fayed.

“Dikenali oleh keluarga dari kalung yang dikenakan korban,” kata salah satu relawan, Mujadi, ditanya Niaga Asia, di lokasi posko SAR gabungan, Jumat (22/1) sore.

Sekira pukul 16.05 WITA, jenazah korban Al Fayed dibawa ambulan PMI Samarinda, menuju ke RSUD AW Sjachranie untuk keperluan visum. Niaga Asia, kembali mengkonfirmasi kondisi jenazah Al Fayed.

“Tidak bisa (dikenali). Jenazah sudah lebih dari sehari. Kondisinya, ya sulit dikenali,” kata relawan lainnya, Udi Rahman, usai mengantar jenazah Al Fayed ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie Samarinda.

Sebelum dinaikkan ke ambulan, jenazah Al Fayed sempat diperlihatkan ke keluarganya di jembatan dermaga pos SAR gabungan. Seketika tangis pecah. (Foto : Niaga Asia)

Hanya saja, lanjut Udi yang kerap di kalangan relawan kemanusiaan disapa Pak Haji Udi itu, dari ciri fisik dan properti barang yang dikenakan, korban bisa dikenali keluarganya sebagai Al Fayed.

“Korban mengenakan celana pendek. Ada kalung dan gelang di tangannya. Dari situ, korban bisa dikenali (adalah Muhammad Al Fayed),” tutup Udi.

Jenazah korban sendiri, ditemukan berjarak sekitar 16 kilometer, dari titik terakhir terlihat hingga tenggelam, saat berenang di Sungai Mahakam, dari kawasan belakang kompleks Mahakam Square. Diduga, korban terseret derasnya arus sungai di bawah permukan, sejak tenggelam Senin (18/1) sore lalu.

“Benar. Jarak 16 kilometer itu dari titik awal korban tenggelam (di sekitar bawah Jembatan Mahakam),” kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi, ditanya Niaga Asia sore ini. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *